NUSANTARA – Target pemerintah pusat membentuk 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia mulai dihadapkan sejumlah tantangan di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), khususnya Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.
Meski pemerintah menargetkan sekitar 30 ribu koperasi sudah beroperasi pada Agustus 2026, pembangunan fisik KDKMP di sejumlah desa dan kelurahan kawasan delineasi IKN belum sepenuhnya berjalan. Kendala utama yang dihadapi ialah persoalan ketersediaan lahan.
Pendamping Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kecamatan Sepaku, Wahyudi, mengatakan beberapa wilayah hingga kini belum dapat membangun gedung koperasi karena terbentur status lahan.
Ia mencontohkan Desa Telemow yang berada di kawasan Hak Guna Usaha (HGU) PT ITCI sehingga ruang gerak pemerintah desa untuk menyiapkan lahan pembangunan menjadi terbatas.
“Yang kami ketahui seperti itu dari Gus Munip (kepala desa Telemow). Kendalanya di lahan. Kalau Kelurahan Maridan, sudah terbangun. Desa Binuang, sudah berposes (pembangunan fisik KDKMP),” sebutnya dikonfirmasi, Minggu (17/5/2026).
Menurutnya, pendamping P3MD hanya bertugas mengawal proses pembentukan koperasi hingga tahap Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). Sementara proses pembangunan fisik dan pendampingan teknis koperasi ditangani tim tersendiri.
“Iya, kami hanya sampai Musdesnya. KDKMP ada pendampingannya sendiri,” ujarnya.
Dari total 11 desa di Kecamatan Sepaku, sebagian besar pembangunan fisik koperasi sudah berjalan. Desa Semoi Dua, Argomulyo, Binuang, Bumi Harapan, Sukaraja, Sukomulyo, Karang Jinawi, dan Wonosari bahkan disebut sebagian sudah memasuki tahap akhir pembangunan.
Namun, Desa Bukit Raya, Tengin Baru, dan Telemow hingga kini belum dapat memulai pembangunan karena persoalan lahan.
Kondisi serupa juga terjadi di wilayah kelurahan. Dari empat kelurahan di Sepaku, baru Kelurahan Maridan dan Kelurahan Sepaku yang fisik bangunan koperasinya telah berdiri.
Sementara Kelurahan Mentawir masih melakukan koordinasi terkait kelayakan lahan hibah warga seluas 30 x 40 meter yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan koperasi.
“Lahan hibah sudah ada, tapi masih dikoordinasikan cocok atau tidaknya,” jelas Nelva dikonfirmasi via WhatsApp.
Kelurahan Pemaluan, menurut salah satu pegawai kelurahan, Nurdiana, lokasinya sudah ada namun ukuran tanahnya belum mencukupi dibangun KDKMP. Sekadar diketahui, ukuran bangunan koperasi ini 600 meter persegi, dimensi fisiknya 20 x 30 meter.
Sekadar diketahui, sebanyak 1.061 KDKMP di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah sudah diresmikan Presiden Prabowo Subianto dalam acara yang dipusatkan di Koperasi Desa Merah Putih Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tohar, turut hadir melalui Zoom Meeting di Gerai KDKMP Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam. Tohar menyebut kehadiran KDKMP diharapkan jadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
“Kami tentu mendukung penuh keberadaan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini. Kami berharap koperasi dapat menjadi wadah pemberdayaan masyarakat, memperkuat UMKM, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” terangnya kepada wartawan.
Penulis: Atmaja Riski
Editor : Nicha R



