PENAJAM PASER UTARA – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Penajam Paser Utara mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman cuaca ekstrem dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat pada musim kemarau tahun ini.
Langkah tersebut dilakukan melalui apel pergelaran peralatan dan pemeriksaan kesiapsiagaan personel di seluruh posko Damkar se-Kabupaten PPU sejak 7 hingga 13 Mei 2026.
Kepala DPKP PPU, Fernando Simanjuntak, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh armada, peralatan, dan personel dalam kondisi siap menghadapi potensi bencana akibat fenomena El Nino yang diprediksi memuncak pada Oktober mendatang.
“Apel ini adalah bentuk kesiapsiagaan kita. Kami ingin memastikan seluruh personel dan peralatan dalam kondisi prima untuk menghadapi tantangan kebakaran hutan dan lahan yang mungkin meningkat akibat cuaca ekstrem,” ujarnya saat memberikan arahan di Posko Damkar Petung, Selasa (12/5/2026).
Selain kesiapan personel, DPKP juga melakukan pemeriksaan terhadap armada operasional dan sarana pendukung lain sebagai bagian dari evaluasi kebutuhan belanja dan pemeliharaan aset tahun 2027.
Kepala Bidang Pencegahan, Sarana dan Prasarana DPKP PPU, Jerry Rahimullah Syahid, menjelaskan hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebutuhan anggaran agar lebih sesuai dengan kondisi lapangan.
“Ini juga bagian dari analisis kebutuhan ke depan supaya peralatan yang ada tetap terawat dan mendukung pelayanan di lapangan,” katanya.
Pemeriksaan posko dilakukan secara maraton di sejumlah wilayah, mulai dari Posko Sepaku, Maridan, Penajam, Sotek, Petung, hingga Waru dan Babulu.
“Kita perlu memperkuat komunikasi dan sosialisasi ke masyarakat, termasuk melalui kendaraan keliling, selebaran, hingga media sosial agar warga lebih waspada,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, DPKP juga menekankan pentingnya penguatan mitigasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengurangi risiko kebakaran saat musim kemarau.
DPKP PPU menargetkan kesiapsiagaan tersebut mampu memperkuat pelayanan dasar kepada masyarakat sekaligus meminimalkan dampak kebakaran di tengah ancaman cuaca ekstrem tahun ini.
Lurah Petung, Achmad Fitriady, mengatakan koordinasi lintas sektor perlu diperkuat agar penanganan kebakaran bisa dilakukan lebih cepat dan dampaknya dapat ditekan.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah kelurahan dan posko Damkar selama ini cukup membantu dalam penanganan kebakaran di wilayah Petung.
“Koordinasi lintas sektor memang harus terus diperkuat agar penanganan kebakaran bisa dilakukan lebih cepat dan dampaknya dapat ditekan. Selama ini kolaborasi antara pemerintah kelurahan dan posko Damkar juga cukup membantu dalam penanganan kebakaran di wilayah Petung,” ujar Fitriady.
Pewarta: Robbi Lalat



