Tambak, Perkebunan, dan Wisata Dinilai Bisa Dongkrak PAD PPU

PENAJAM PASER UTARA – DPRD Penajam Paser Utara (PPU) menilai masih banyak potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum tergarap maksimal di tengah tekanan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah. Potensi tersebut mulai dari tambak produktif, lahan perkebunan, hingga kawasan wisata yang ramai pengunjung.

Wakil Ketua Komisi II DPRD PPU, Sujiati, mengatakan pemerintah daerah perlu lebih serius menggali potensi ekonomi berbasis desa yang selama ini belum dikelola optimal.

Salah satu yang disorot ialah lahan seluas lima hektare di Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, yang sebelumnya dibebaskan pemerintah dan diketahui memiliki tambak produktif.

“Nah ini tinggal bagaimana nanti desa memanfaatkannya menjadi potensi PAD. Tapi sebelum itu, payung hukumnya harus jelas dulu,” ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan aset daerah tanpa dasar hukum yang jelas berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari, terutama ketika pemerintah mulai menarik kontribusi PAD dari masyarakat.

Ia menilai skema pengelolaan seperti sistem sewa atau bagi hasil perlu disiapkan secara matang agar tidak memicu konflik.

Baca Juga:   Pemkab Paser Salurkan Seng dan Kalsiboard untuk Korban Kebakaran

Selain tambak, Sujiati juga menyoroti banyaknya lahan kosong milik pemerintah yang dinilai berpotensi dikembangkan menjadi kawasan perkebunan produktif.

“Kenapa potensi seperti itu tidak digali serius? Padahal bisa membantu meningkatkan PAD,” katanya.

Di sisi lain, ia mengkritik pola penagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dinilai masih menimbulkan keluhan masyarakat. Menurutnya, sejumlah warga mengaku menerima tagihan tunggakan beberapa tahun tanpa penjelasan memadai dari organisasi perangkat daerah terkait.

“Harusnya masyarakat dijelaskan dulu kenapa ada tunggakan, jangan langsung dikirim tagihan. Edukasi itu penting supaya masyarakat benar-benar paham,” terangnya.

Sujiati juga menilai sektor pariwisata belum memberikan kontribusi maksimal terhadap PAD. Ia mencontohkan kawasan Pantai Tanjung Jumlai yang ramai dikunjungi saat libur Lebaran, namun belum berdampak signifikan terhadap penerimaan daerah.

Menurutnya, lemahnya koordinasi antara pemerintah dan masyarakat sekitar kawasan wisata membuat peluang peningkatan PAD belum tergarap optimal.

“Pengunjung ramai setiap Lebaran, harusnya ini sudah bisa ditangkap menjadi potensi PAD. Tapi kadang lepas karena kurang koordinasi,” tutupnya.

Baca Juga:   Otorita IKN Sosialisasi PDSK Banjir Sepaku, Warga Sepakat Pembangunan Pengendalian Banjir Dilanjutkan

Pewarta: DeddyPZ
Penyunting: Nur Robbi Syai’an

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.