OJK Siapkan Kantor dan Pemindahan Pegawai ke IKN

NUSANTARA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mematangkan rencana kehadirannya di Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui persiapan pembangunan kantor hingga pemindahan pegawai secara bertahap.

Hal tersebut dibahas dalam audiensi antara Wakil Ketua OJK bersama Otorita IKN di Kantor Otorita IKN, Senin (11/5/2026).

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas sejumlah hal teknis mulai dari persiapan lahan pembangunan kantor OJK, administrasi pembangunan, hingga dukungan fasilitas bagi pegawai yang nantinya bertugas di IKN.

Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, mengatakan pihaknya siap mendukung kebutuhan awal OJK selama proses transisi menuju IKN.

“Kami akan siapkan untuk kantor sementara dan rusun bagi pegawai OJK yang akan pindah ke sini,” ujar Bimo.

Sementara itu, Wakil Ketua OJK, Hernawan Bekti Sasongko, menyebut OJK telah membentuk satuan tugas khusus untuk mempercepat proses pembangunan kantor dan koordinasi perpindahan sektor jasa keuangan ke IKN.

Menurutnya, kehadiran OJK di Nusantara diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi dan layanan jasa keuangan di kawasan ibu kota baru.

Baca Juga:   Cek PPAT Terverifikasi Kini Bisa Lewat Aplikasi Sentuh Tanahku

Selain mendukung aktivitas investasi dan bisnis, keberadaan lembaga jasa keuangan juga dinilai penting untuk menunjang pelayanan publik di kawasan IKN yang saat ini masih terus berkembang.

Di sisi lain, rencana perpindahan OJK juga menunjukkan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur pemerintahan, tetapi mulai menyasar penguatan sektor pendukung seperti layanan keuangan dan aktivitas ekonomi.

Penulis: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
Penyunting: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.