NUSANTARA – Perjalanan pembangunan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) rupanya menyimpan persoalan tagihan ke sejumlah vendor lokal. Baik dalam hal suplai material, hingga sewa kendaraan operasional. Demi menuntut pembayaran tagihan, ke salah satu kontraktor yakni Brantas Abipraya (Persero) sedikitnya empat vendor lokal melakukan aksi pemortalan jalan masuk Bendungan Sepaku Semoi, di delineasi IKN, hari ini (9/5/2026).
Rinif Ade Saputra, Owner PT Borneo Rent Nusantara (BRN) Balikpapan mengungkapkan, masih miliaran tagihan tertunggak oleh sejumlah pihak. Di antaranya di proyek yang ditangani Brantas Abipraya, seperti di Bendungan Sepaku Semoi. “Tepatnya divisi dua. Ada senilai 1,4 miliar lebih yang masih nggantung,” jelasnya di lokasi aksi, Sabtu (9/6/2026).
Sebelumnya, pada Januari 2026 lalu ia dan sejumlah rekan vendor sempat aksi gelombang pertama di Bendungan Sepaku Semoi. Ketika itu, dijanjikan manajemen Abipraya akan memberi penbayaran paling lama sekitar 2 bulan dari waktu aksi.
Tapi rupanya hanya isapan jempol.
“Ternyata kita tunggu, tidak ada pembayaran walaupun sudah dikasih surat keterangan untuk pembayaran. Cuma sampai sekarang tidak dilakukan dan akhirnya kita tunggu lagi berapa bulan. Dan sekarang di bulan Mei tanggal 9, kita maksi gelombang kedua,” tegasnya.
Di aksi kedua ini, pihaknya menutup jalan masuk bendungan dengan sebuah dump truck 10 roda, lengkap dengan bentangan spanduk di antaranya bertuliskan ‘PT Abipraya Belum Melunasi Tagihan’.
Bahkan sebenarnya, BRN sudah pernah menyampaikan ke Abipraya di Jakarta dengan membawa dokumen tagihan lengkap. Namun juga tak kunjung ada kejelasan penyelesaian pembayaran meskipun dijanjikan di awal 2026.
Sementara itu, Sonny, direktur PT Lio Pelindo Perkasa asal Balikpapan, juga bernasib sama. Tunggakan tagihan Abipraya senilai Rp8 miliar lebih, juga oleh Abipraya divisi 2 yang memakai jasa rental alat berat.
“Kami sudah melakukan pemortalan dua kali. Bahkan sempat kami lakukan cor jalan di pintu masuk bendungan Agustus tahun lalu,” tegasnya. Keduanya secara tegas meminta tagihan segera dibayarkan. Jika aksi ini tak juga ditanggapi, vendor-vendor akan aksi di kantor Abipraya di Jakarta.
Hingga berita ini diturunkan, media ini masih menunggu jawaban konfirmasi Senior Vice President (SVP) Divisi Operasi 2 PT Brantas Abipraya, Ince Suil Febryan Maulana, via telepon maupun WhatsApp yang dikirimkan ke nomor yang bersangkutan.
VENDOR LOKAL SEPAKU JUGA KETIBAN BUNTUNG
Tak hanya vendor Balikpapan, sejumlah vendor Sepaku juga ketiban buntung akibat pembayaran tagihannya tertunggak.
Jadinya, mereka ikut bergabung melakukan aksi hari ini di Bendungan Sepaku Semoi, di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku.
Jufriansyah mengatakan, tagihannya belum dibayarkan Abipraya senilai Rp168 juta lebih. “Proyek ini (bendungan). Material alam. Pasir,” sebutnya.
Senada, Rollibis Tobir, vendor material alam dan bahan bangunan di Sepaku juga demikian. “Di bendungan ini masih nyangkut 144 juta, di Intake Sepaku 219 juta. Material alam. Pokoknya sejak tahap kedua jalan. Tahun lalu sempat dibayar 100 juta,” jelasnya.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S




