SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi meluncurkan program bus sekolah listrik gratis untuk pelajar sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses pendidikan sekaligus mendukung transportasi ramah lingkungan.
Program tersebut menjadi salah satu dari 50 program unggulan kepala daerah yang mulai direalisasikan tahun ini.
Peluncuran bus listrik itu merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengatakan tahap awal program masih berada dalam fase uji coba dengan satu unit armada.
“Pada tahap awal, kami operasikan satu unit sebagai uji coba untuk memastikan kesiapan teknis dan operasional di lapangan,” ujarnya kepada Media Kaltim, Rabu (6/5/2026).
Bus listrik tersebut sementara melayani pelajar di kawasan Sangatta Utara dengan rute prioritas menuju SMA Negeri 2 Sangatta Utara.
Menurut Mulyono, sekolah tersebut dipilih karena masih banyak siswa yang mengalami kendala transportasi untuk berangkat ke sekolah setiap hari.
“Masih banyak pelajar yang kesulitan menjangkau sekolah. Ini yang menjadi perhatian utama kami,” tambahnya.
Rute layanan sementara meliputi kawasan Hotel Pinang, Jalan APT Pranoto, hingga SMA Negeri 2 Sangatta Utara. Penentuan jalur dilakukan berdasarkan kebutuhan mobilitas pelajar di wilayah tersebut.
Uji coba operasional mulai dijalankan sehari setelah peluncuran. Sementara layanan penuh akan diberlakukan setelah evaluasi tahap awal selesai dilakukan.
Seluruh biaya operasional bus ditanggung oleh Dishub Kutim sehingga para pelajar dapat menggunakan layanan tersebut secara gratis.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan program bus sekolah listrik ini ditujukan membantu pelajar, khususnya dari keluarga yang tidak memiliki kendaraan pribadi.
“Bus sekolah ini kami hadirkan agar anak-anak tidak lagi terkendala transportasi untuk berangkat ke sekolah,” tegasnya.
Ia berharap program tersebut dapat meningkatkan tingkat kehadiran siswa di sekolah sekaligus mengurangi keterlambatan akibat kendala kendaraan.
“Ke depan, kami ingin tidak ada lagi alasan siswa terlambat atau tidak masuk sekolah karena masalah kendaraan,” sambungnya.
Meski saat ini baru tersedia satu unit armada, Pemkab Kutim memastikan akan melakukan penambahan secara bertahap.
Sejumlah wilayah di luar Sangatta juga mulai mengusulkan program serupa agar layanan transportasi pelajar dapat menjangkau lebih banyak kawasan di Kutai Timur.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan mengkaji penggunaan jenis armada lain yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi geografis masing-masing wilayah di Kutim. (MK)
Penulis: Ramlah
Editor: Agus S



