Penajam Paser Utara – Polres Penajam Paser Utara (PPU) menggelar aksi penanaman pohon dan bakti sosial (bansos) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Minggu (3/5/2026).
Kegiatan penanaman pohon dilakukan di kawasan Hutan Air Terjun Tembinus dan Tapak Raja. Aksi ini melibatkan jajaran Polres PPU, Bhayangkari, komunitas pecinta lingkungan, serta masyarakat sekitar.
Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara mengatakan kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya menjaga kawasan penyangga IKN.
“Melalui Gerakan Indonesia Asri ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam dan melestarikan lingkungan. Penanaman pohon ini bukan hanya simbolis, tetapi menjadi langkah nyata menjaga masa depan generasi mendatang,” ujarnya.
Selain penanaman pohon, peserta juga melakukan aksi bersih lingkungan di sekitar kawasan wisata alam.
Kapolres menambahkan, kawasan Air Terjun Tembinus dan Tapak Raja memiliki peran penting sebagai area hijau dan penyangga ekosistem di wilayah IKN.
Pada hari yang sama, Polres PPU juga menyalurkan bantuan sosial ke sejumlah masjid dan gereja di kawasan IKN. Bantuan berupa paket sembako diserahkan kepada pengurus rumah ibadah dan masyarakat sekitar.
Kegiatan bansos turut dihadiri pejabat utama Polres PPU, Bhayangkari, tokoh agama, serta masyarakat. Penyaluran bantuan berlangsung dengan pengamanan dan koordinasi bersama unsur terkait.

Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan HUT Bhayangkara ke-80 sekaligus upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat di wilayah PPU.
Polres PPU menyatakan kegiatan sosial dan lingkungan akan terus dilakukan sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat serta menjaga stabilitas di kawasan IKN.
“Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin berbagi dan memperkuat nilai persaudaraan serta toleransi antarumat beragama di kawasan IKN. Polri hadir untuk semua dan terus berkomitmen menjaga kebersamaan serta keharmonisan di tengah masyarakat,” tutup Andreas.
Penyunting: Robbi Lalat



