Bangun Atlet Muda, Klub Rusa Perkasa PPU Tekankan Karakter dan Pembinaan Berjenjang

Penajam Paser Utara – Pembinaan atlet usia dini menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi olahraga berprestasi. Hal ini yang menjadi fokus utama Klub Rusa Perkasa Penajam Paser Utara (PPU) dalam mengembangkan potensi atlet bola basket di daerah.

Ketua Klub Rusa Perkasa, Dede Syahputra, mengatakan bahwa pembinaan yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis, tetapi juga menitikberatkan pada pembentukan karakter atlet.

“Konsep kami bukan hanya soal bermain basket, tetapi bagaimana membentuk karakter, baik secara kepribadian maupun dalam permainan,” ujarnya, Senin (26/4/2026).

Pembinaan dilakukan secara berjenjang, mulai dari kelompok umur 10 tahun (KU 10), 15 tahun (KU 15), hingga 19 tahun (KU 19). Program ini dirancang untuk menciptakan keberlanjutan atlet muda potensial agar mampu berkontribusi bagi perkembangan bola basket, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Dalam mendukung proses pembinaan, klub telah menyediakan berbagai fasilitas latihan seperti bola, alat kelincahan (agility), hingga pembangunan lapangan sendiri yang tengah dipersiapkan dengan nama Rusa Arena di Desa Girimukti.

Baca Juga:   Bupati PPU Mudyat Noor : PKK dan Dekranasda Mitra Penting Wujudkan Pembangunan Inklusif

Meski demikian, keterbatasan fasilitas masih menjadi tantangan utama dalam pembinaan atlet usia dini di PPU.

“Fasilitas lapangan masih menjadi tantangan terbesar kami,” katanya.

Sebagai solusi, klub menerapkan sistem iuran bulanan dari anggota, mulai dari kelompok umur hingga tingkat senior, guna menjaga keberlangsungan program pembinaan.

Dari sisi kepelatihan, Rusa Perkasa saat ini memiliki tiga pelatih yang menangani kelompok umur berbeda. Setiap pelatih dituntut menyesuaikan metode latihan dengan karakter dan kebutuhan usia atlet, sekaligus terus meningkatkan kapasitas melalui berbagai referensi kepelatihan.

Evaluasi perkembangan atlet dilakukan secara berkala melalui sistem “rapor atlet” yang terintegrasi dalam kalender program klub. Sistem ini digunakan untuk memantau progres sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pelatih dan manajemen.

Selain itu, peran orang tua juga dinilai sangat penting dalam mendukung pembinaan. Tidak hanya memberikan dukungan moral, orang tua juga berperan dalam menjaga konsistensi anak dalam mengikuti latihan.

“Orang tua sangat mendukung, karena anak-anak tidak hanya berolahraga, tetapi juga belajar bersosialisasi,” jelasnya.

Baca Juga:   8.000 Pengunjung Sehari, Otorita IKN Siapkan Strategi Atasi Kepadatan ke KIPP

Klub juga menjaga keseimbangan antara latihan dan pendidikan formal dengan menerapkan komunikasi dua arah antara atlet, pelatih, dan orang tua agar tidak terjadi benturan jadwal.

Ke depan, Rusa Perkasa PPU menargetkan mampu mencetak atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat serta mampu bersaing di tingkat lokal maupun nasional.

Di sisi lain, klub berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara klub, Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi), dan pemerintah daerah, khususnya dalam penyediaan fasilitas yang memadai.

Dengan perencanaan program yang sistematis, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang, klub optimistis mampu membangun ekosistem pembinaan atlet yang berkelanjutan di PPU.

“Perbasi sudah sangat membantu melalui kompetisi yang rutin. Harapannya, sinergi ini bisa terus diperkuat, termasuk dukungan dari pemerintah,” pungkasnya.

Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.