Penajam Paser Utara – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) VI Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Kalimantan Timur yang digelar di Puri Senyiur, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Andi Harun, Ketua KAHMI Kaltim Sigit Wibowo, serta jajaran pengurus dan alumni KAHMI se-Kalimantan Timur.
Dalam sambutannya, Mudyat Noor mengenang keterlibatannya di KAHMI saat mencalonkan diri dalam Pemilihan Wali Kota Samarinda 2015. Ia menyebut pernah didorong untuk memimpin KAHMI Kota Samarinda hingga dua periode.
“Perjalanan di KAHMI ini cukup unik. Saya sempat diminta melanjutkan kepemimpinan hingga periode kedua. Namun, saat ini sudah saatnya dilakukan regenerasi kepemimpinan,” kata Mudyat Noor.
Ia menilai KAHMI sebagai organisasi alumni yang solid dengan jaringan luas di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, politik, hingga dunia usaha.
“Di mana pun kita berada, selalu ada alumni HMI. Ini menjadi kekuatan besar untuk saling mendukung dan berkontribusi dalam pembangunan,” tambahnya.
Mudyat juga berharap KAHMI terus menjaga kekompakan serta mampu melahirkan gagasan dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, khususnya di Kalimantan Timur.
Sementara itu, Sigit Wibowo menekankan pentingnya peran alumni HMI dalam memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah daerah dan DPRD, terutama di tengah kondisi fiskal yang mengalami penurunan.
“Kondisi fiskal kita saat ini mengalami penurunan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan diskusi yang intens antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk mencari solusi bersama,” jelasnya.
Ia juga mendorong penguatan komunikasi antar pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas daerah dan menghindari kesalahpahaman.
Di sisi lain, Andi Harun menegaskan bahwa KAHMI harus terus bergerak sebagai kekuatan sosial yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga tradisi intelektual dan nilai dasar perjuangan HMI sebagai fondasi dalam melahirkan pemimpin berintegritas.
Melalui Musda VI ini, KAHMI Kalimantan Timur diharapkan dapat melahirkan kepemimpinan baru yang mampu memperkuat peran organisasi serta berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional.
“Alumni HMI harus terus aktif dan tidak berhenti bergerak. KAHMI bukan sekadar organisasi, tetapi harus menjelma menjadi kekuatan sosial yang memberi dampak bagi masyarakat,” tegasnya.
Penyunting: Robbi Lalat



