Penajam Paser Utara – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menerapkan sistem pendataan satu pintu untuk kegiatan kurban tahun ini guna memastikan distribusi hewan kurban merata di seluruh wilayah.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab PPU, Hendro Susilo, mengatakan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah diminta melaporkan rencana kurban, baik dari pejabat maupun staf.
“Yang mau berkurban diminta melapor ke Kesra,” ujarnya.
Menurut Hendro, pendataan dilakukan untuk memetakan jumlah dan jenis hewan kurban, sekaligus menentukan titik distribusi ke masjid dan musala agar tidak terjadi penumpukan di satu lokasi.
Pendataan juga mencakup kontribusi dari perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Dalam pelaksanaannya, Bagian Kesra berkoordinasi dengan Bagian Perekonomian dan Bagian Pemerintahan.
“Namun untuk bantuan dari perusahaan, Kesra berbagi peran dengan Bagian Perekonomian dan Pemerintahan. Fokus kami pada pendataan dan pelaporan,” jelasnya.

Foto: Kepala Bagian Kesra Setkab PPU Hendro Susilo. (Istimewa)
Ia menegaskan, pelaporan bantuan hewan kurban penting agar penyalurannya dapat diatur secara optimal. Pemerintah daerah juga siap memfasilitasi distribusi jika diperlukan.
“Kalau ada bantuan dari perusahaan, bisa kami bantu salurkan,” tambahnya.
Selain itu, Pemkab PPU tetap membuka opsi bagi pegawai yang belum mampu berkurban secara mandiri melalui skema urunan atau patungan untuk sedekah daging.
Di sisi lain, Pemkab PPU telah menerima laporan penyaluran sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia. Tahun ini, hewan kurban tersebut dialokasikan untuk Kecamatan Babulu, tepatnya di Desa Labangka Barat.
“Kalau dulu sapi kurban RI1 ditaruh di Penajam, tahun ini peruntukkannya di Babulu, Desa Labangka Barat,” ungkapnya.
Rencananya, penyerahan sapi kurban akan dilakukan oleh Bupati PPU atau perwakilannya. Adapun jenis dan bobot sapi masih menunggu penetapan lebih lanjut.
“Sementara jenis dan bobot belum ditentukan, tapi titik distribusinya sudah, yakni satu ekor di wilayah Babulu,” tutupnya.
Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat



