Penajam Paser Utara – Rencana revitalisasi Pelabuhan Penajam di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus didorong sebagai langkah strategis memperkuat konektivitas wilayah pesisir sekaligus menopang mobilitas masyarakat di tengah perkembangan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ketua DPRD PPU, Raup Muin, menyampaikan bahwa proses revitalisasi saat ini masih berada pada tahap awal, yakni inventarisasi lahan dan penyesuaian kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan pelabuhan.
“Untuk revitalisasi pelabuhan itu tahapannya masih berjalan, mulai dari inventarisasi lahan hingga penyesuaian kebutuhan masyarakat. Tapi pada prinsipnya kami sangat mendukung,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Revitalisasi ini mencakup penataan pelabuhan speedboat dan klotok yang selama ini menjadi jalur utama transportasi warga. Selain pembangunan fisik dermaga, pemerintah daerah juga merencanakan penataan kawasan pesisir secara menyeluruh, termasuk peningkatan fasilitas penumpang, pengaturan arus transportasi, serta penyediaan sarana yang lebih aman dan nyaman.
Proyek tersebut juga diarahkan untuk mendukung konektivitas menuju IKN dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir yang bergantung pada aktivitas pelabuhan.
Raup menilai, peran transportasi laut tetap penting meskipun ke depan akan terjadi pergeseran mobilitas akibat pembangunan infrastruktur darat.
“Pengembangan pelabuhan tetap penting agar transportasi laut tetap kompetitif, meskipun nanti ada pergeseran dengan hadirnya jalan tol dan infrastruktur darat lainnya,” katanya.
Namun demikian, kebutuhan anggaran menjadi tantangan utama. Estimasi biaya revitalisasi pelabuhan mencapai sekitar Rp200 miliar, sehingga tidak memungkinkan jika hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kalau hanya mengandalkan APBD, tentu tidak cukup. Karena nilainya sangat besar, hampir menyamai kemampuan anggaran daerah,” ungkapnya.
Selain aspek pendanaan, pembebasan lahan juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah tengah melakukan pendataan terhadap aset masyarakat terdampak dengan komitmen memberikan ganti rugi yang layak.
DPRD PPU berharap revitalisasi Pelabuhan Penajam dapat segera direalisasikan untuk meningkatkan kualitas transportasi air, memperkuat konektivitas pesisir, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten PPU telah mengajukan dukungan pembiayaan kepada pemerintah provinsi dan pusat. Upaya komunikasi terus dilakukan agar proyek tersebut dapat masuk dalam prioritas pembangunan nasional.
“Respons pusat pada dasarnya positif, tapi tetap harus menyesuaikan dengan kondisi fiskal nasional. Kita dorong yang benar-benar prioritas untuk masyarakat,” tutupnya.
Pewarta: Robbi Lalat



