NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama pemerintah daerah di Kalimantan Timur menandatangani kesepakatan pengembangan Pengolahan Sampah Menjadi Energi (PSEL) sebagai langkah strategis mengatasi persoalan sampah sekaligus mendorong transisi energi bersih.
Penandatanganan kerja sama dilakukan antara Otorita IKN, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kota Balikpapan, dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara di Jakarta, Jumat (10/4/2026), serta disaksikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.
Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menegaskan penyelenggaraan PSEL merupakan upaya transformasi pengelolaan sampah di Kawasan Nusantara menuju sistem terpadu berbasis teknologi yang berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar proyek pengelolaan sampah, tetapi transformasi besar dari masalah lingkungan menjadi sumber energi yang bernilai bagi masyarakat. PSEL ini menjadi solusi konkret untuk mempercepat penanganan sampah perkotaan sekaligus menjawab kebutuhan energi berkelanjutan di Kalimantan Timur,” sebut Bimo.
Dalam keterangannya, Bimo mengatakan, pengembangan PSEL ini diharapkan mampu menjadi solusi melalui penerapan sistem pengelolaan sampah regional di Kalimantan Timur, khususnya di Kawasan Nusantara.
Sistem ini diarahkan untuk mendukung terwujudnya kota yang ramah lingkungan, termasuk di sepanjang wilayah delineasi IKN, yaitu Muara Jawa, Samboja, dan Samboja Barat.
“Bagi IKN, ini adalah game changer. Kawasan delineasi IKN akan merasakan langsung manfaat dari sistem pengelolaan sampah terintegrasi ini. Masalah sampah tidak bisa diselesaikan sendiri. Kolaborasi lintas daerah adalah satu satunya cara untuk menciptakan sistem yang benar-benar berkelanjutan,” terangnya.
Permasalahan dan penumpukan sampah perkotaan yang terus meningkat menjadi tantangan bersama yang membutuhkan solusi lintas wilayah. Penandatanganan kerja sama ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menegaskan pentingnya percepatan penanganan sampah oleh pemerintah, salah satunya melalui penerapan program waste to Energy (WtE).
Dalam penyampaian taklimat Presiden Prabowo Subianto, Rabu (8/4/2026) dalam taklimat saat rapat kerja pemerintah Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta yang menargetkan dalam waktu dua sampai tiga tahun sampah seluruh Indonesia coba akan diselesaikan pemerintah.
Ke depan, proyek PSEL Samarinda Raya dan Balikpapan Raya diharapkan segera direalisasikan sehingga menjadi tonggak penting dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah regional yang modern dan terintegrasi. Inisiatif ini tidak hanya menjawab tantangan timbulan sampah perkotaan, tetapi juga memperkuat langkah Indonesia dalam menghadirkan solusi energi bersih yang berkelanjutan.
Penyunting: Atmaja Riski
Editor : Nicha R



