Hadiri Halal Bihalal Idulfitri Pemprov Kaltim, Pemkab PPU Bahas Isu Strategis dan IKN

Penajam Paser Utara – Momentum Hari Raya Idulfitri dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) untuk memperkuat sinergi antardaerah. Bupati PPU, Mudyat Noor, menghadiri open house dan halal bihalal yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di Samarinda, Minggu (22/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Mudyat hadir bersama Wakil Bupati Abdul Waris Muin, Ketua DPRD Raup Muin, Wakil Ketua DPRD Muhammad Yusuf, Sekretaris Daerah PPU Tohar, jajaran Forkopimda, para asisten, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab PPU.

Kegiatan open house dan halal bihalal ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni Pendopo Odah Etam sebagai rumah jabatan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud serta rumah jabatan Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji.

Selain bersilaturahmi, kehadiran rombongan Pemkab PPU juga dimanfaatkan untuk berdiskusi dengan sejumlah kepala daerah lain terkait isu strategis pembangunan. Termasuk penguatan dukungan terhadap pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Mudyat menyampaikan bahwa momentum Idulfitri menjadi kesempatan penting untuk mempererat sinergi antar pemerintah daerah di Kalimantan Timur.

Baca Juga:   Tak Calonkan Diri di Pilkada 2024, Jhon Kenedi Fokus Dukung Calon Bupati PPU dari Demokrat

“Momentum ini sangat baik untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang lebih intens dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota lainnya, khususnya dalam mendukung pembangunan daerah dan IKN,” ujarnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai yang diperoleh selama Ramadan diharapkan dapat membawa perubahan positif, baik secara personal maupun dalam tata kelola pemerintahan.

“Ibadah yang telah dijalani selama sebulan penuh dapat membawa perubahan positif bagi diri masing-masing. Hal tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam membangun Kaltim ke arah yang lebih baik,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, dalam sambutannya mengajak seluruh kepala daerah menjadikan Idulfitri sebagai momentum untuk saling memaafkan dan mempererat persaudaraan.

“Idulfitri merupakan momentum untuk kembali fitrah, menjadi lebih bersih, sabar, dan bijaksana. Momentum ini juga menjadi ruang untuk saling memaafkan, memperbaiki hubungan, dan mempererat tali persaudaraan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya forum silaturahmi tersebut sebagai sarana komunikasi antara pemerintah kabupaten/kota dengan pemerintah provinsi, khususnya dalam menyampaikan berbagai persoalan strategis di daerah penyangga IKN.

Baca Juga:   Otorita IKN Gelar Workshop Visual Storytelling untuk Tingkatkan Kreativitas 1.000 Siswa di PPU

Menurutnya, Kaltim kini memiliki peran penting sebagai etalase Indonesia dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara. Oleh karena itu, diperlukan sinergi kuat antar daerah dalam mendukung pembangunan yang merata.

Selain itu, Rudy juga menyoroti masih adanya desa tertinggal serta tantangan distribusi logistik dan energi yang perlu mendapat perhatian bersama.

“Kami mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Forkopimda serta para bupati dan wali kota atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam menjaga stabilitas, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta mengawal pembangunan di berbagai sektor,” tutupnya.

Penyunting: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.