Penajam Paser Utara – Desainer fesyen dari Penajam Paser Utara, Yuni Nurhayati Aka, unjuk gigi di gelaran halal lifestyle HALIF (Halal Lifestyle) Fashion Kareem 2026.
Pemilik brand Batik Sekar Buen ini menjadi satu di antara 30 desainer dari sejumlah daerah, seperti Berau, Sangatta, Bontang, Penajam Paser Utara, Samarinda, dan Tenggarong turut ambil bagian.
Yuni menampilkan 4 stel baju untuk diperagakan di ajang itu dan cukup menarik perhatian. “Ini koleksi pertama, baru memulai dunia fashion design. Sebelumnya lebih fokus ke karya wastra,” ucap Yuni, Senin (2/3/2026).
Koleksinya tergolong modest fashion dengan tema Noor Al Sayyidah, Where Modesty Meets Majesty. “Sebuah persembahan untuk wanita yang memancarkan cahaya dari dalam. Ini koleksi di bulan Ramadan,” terangnya.
Ada keinginan besar tersemat di benak mantan sekretaris Desa Bangun Mulya, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ini. Ke depan, ia ingin semakin menggeluti dunia fashion design.
“Dan fokusnya gak cuman ke wastra tapi juga koleksi ready to wear nya. Dari hulu ke hilir gak setengah-setengah,” ulasnya.
Awalnya, customer Batik Sekar Buen lebih banyak di office wear. Secara kebetulan, pada Ramadan ini me-launching modest wear versi hijab. “Tapi ke depan juga pengen coba bikin koleksi yang casual wear. Supaya pengembangan dan segmentasi pasarnya lebih luas,” tegas perempuan berparas ayu ini.
Ajang Halal Lifestyle Fashion Kareem 2026 digelar pada Minggu (1/3/2026), di Temindung Hub, Samarinda. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian Kampung Ramadan yang digelar Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur (Kaltim) yang berkolaborasi dengan komunitas kreatif.
Event yang digagas Fascreeya dan Kalland Project tersebut, berlangsung selama tiga hari. Dengan agenda utama fashion show, workshop kreatif, beauty class, serta talk show bertema wastra dan industri fashion.
Sebanyak 30 desainer dari sejumlah daerah seperti Berau, Sangatta, Bontang, Penajam Paser Utara, Samarinda, dan Tenggarong turut ambil bagian. Total terdapat 170 busana ditampilkan oleh 90 model yang sebelumnya telah diaudisi.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Muhammad Rafi’i




