BERAU – Anggota Komisi I DPRD Berau, Peri Kombong, menyoroti lemahnya akses layanan kesehatan, khususnya di wilayah perbatasan Kabupaten Berau.
Peri mengungkapkan, persoalan utama yang dihadapi masyarakat di kampung-kampung perbatasan adalah jarak yang jauh dari pusat pelayanan kesehatan utama.
Kondisi tersebut diperparah dengan minimnya sarana pendukung, terutama transportasi medis untuk kebutuhan rujukan pasien.

“Kalau ada kondisi darurat, proses membawa pasien ke rumah fasilitas kesehatan yang memadai sangat sulit,” ujarnya.
Salah satu wilayah yang disorot adalah Kampung Maluang, yang berada di jalur poros Berau–Bulungan.
“Kampung ini masih minim dukungan fasilitas kesehatan, padahal wilayahnya di jalur penghubung antarwilayah,” tuturnya.
Menurut Peri, keberadaan ambulans menjadi kebutuhan mendesak, khususnya untuk Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayah perbatasan.
“Ambulans sangat penting agar pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan bisa segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap,” jelasnya.
Ia pun mendorong pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret dengan menambah fasilitas kesehatan dan memperkuat layanan medis di kampung-kampung terpencil.
“Jangan sampai masyarakat di kampung perbatasan merasa terpinggirkan dalam hal pelayanan kesehatan,” pungkasnya. (adv)
Penulis: (Srn)



