PPU – Upaya pengendalian inflasi daerah di Penajam Paser Utara (PPU) mendapat angin segar dengan hadirnya Depo Pom Minyak Goreng Indonesia (POMINDO). Pemkab PPU menilai keberadaan depo ini tidak hanya memperkuat stabilitas harga minyak goreng, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap produk berkualitas dengan harga terjangkau.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKM Perindag) PPU, Margono Hadi Sutanto, menyampaikan bahwa minyak goreng merupakan salah satu komoditas strategis yang perlu mendapat perhatian khusus dalam pengendalian harga.
“Kehadiran depo ini memang harus kita sambut baik dan kita apresiasi. Minyak goreng merupakan salah satu komoditas yang perlu kita kendalikan. Semakin banyak entitas bisnis yang menjalankan perdagangan minyak goreng, tentu akan sangat membantu pemerintah,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).
Ia menjelaskan, bertambahnya pelaku usaha di sektor perdagangan minyak goreng akan mempermudah kerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga di pasaran.
“Artinya tugas-tugas kita dalam pengendalian inflasi daerah akan lebih mudah dan terbantu. Di sisi lain, masyarakat bisa mengakses minyak goreng berkualitas dengan harga yang lebih murah,” jelasnya.
Margono juga menegaskan bahwa kehadiran POMINDO tidak akan mematikan pedagang minyak goreng yang telah lebih dulu beroperasi di PPU. Menurutnya, setiap produk memiliki segmen pasar masing-masing sehingga persaingan tetap berjalan secara sehat.
“Semua nanti ada segmennya masing-masing. Minyak curah tetap ada pasarnya. Semakin banyak pilihan tentu semakin baik bagi konsumen. Ini persaingan yang sehat dan justru membantu pemerintah dalam mengendalikan harga,” pungkasnya.
Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat



