Hujan Deras Picu Banjir di Sukaraja Sepaku, 41 Rumah dan 129 Jiwa Terdampak

PPU – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sepaku sejak dini hari membuat puluhan rumah warga di Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terendam banjir, Minggu (11/1/2026). Luapan sungai terjadi meski peringatan dini cuaca ekstrem telah dikeluarkan sejak malam sebelumnya.

Banjir merendam permukiman warga di RT 24 dan RT 25 Desa Sukaraja sekitar pukul 04.00 WITA, setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat turun sejak pukul 03.00 WITA hingga 07.00 WITA. Tingginya curah hujan menyebabkan Daerah Aliran Sungai (DAS) meluap, sehingga air masuk ke rumah-rumah warga yang berada di dataran rendah dan sekitar bantaran sungai.

Sebelum kejadian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem secara berturut-turut pada Sabtu (10/1/2026) pukul 20.50 WITA dan Minggu (11/1/2026) pukul 02.38 WITA, terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di wilayah Kecamatan Sepaku dan sekitarnya.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, banjir berdampak pada 41 rumah warga, dengan rincian 7 rumah di RT 24 dan 34 rumah di RT 25. Jumlah warga terdampak mencapai 41 kepala keluarga (KK) atau 129 jiwa.

Baca Juga:   Komisi III DPRD PPU Sarankan Pemkab Buat Program Edukasi Pajak

BPBD PPU mencatat tinggi muka air (TMA) di halaman rumah warga berkisar 50 hingga 80 sentimeter, sementara air yang masuk ke dalam rumah mencapai 10 hingga 15 sentimeter.

Kepala Pelaksana BPBD PPU, Sukadi Kuncoro, menyampaikan bahwa setelah laporan diterima, tim BPBD langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal dan pendataan.

“Tim BPBD PPU langsung menuju lokasi, berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait, serta melakukan pendataan dan identifikasi dampak banjir di wilayah terdampak,” ujarnya dalam laporan resmi.

Ia menjelaskan, sebagai langkah penanganan jangka menengah, normalisasi sungai akan dilakukan di empat titik rawan banjir pada tahun ini, yakni Desa Sukaraja, Desa Tengin Baru, Desa Karang Jinawi, dan Desa Argo Mulyo, oleh Balai Wilayah Sungai (BWS). Sementara itu, area Pasar Sukaraja dan Kelurahan Mentawir masih menunggu pelaksanaan normalisasi.

Hingga Minggu pagi, kondisi banjir di Desa Sukaraja dilaporkan mulai surut secara perlahan, meski petugas tetap melakukan pemantauan perkembangan tinggi muka air untuk mengantisipasi banjir susulan.

Baca Juga:   Diskes PPU Pastikan Puskesmas Maridan Siap Difungsikan, Tunggu Pembangunan WTP Rampung Tahun Ini

BPBD PPU juga merekomendasikan percepatan normalisasi aliran sungai serta pembangunan jembatan darurat di RT 25 Desa Sukaraja guna mengurangi risiko banjir berulang dan mendukung aktivitas warga.

Penanganan di lapangan melibatkan BPBD PPU, Otorita IKN, Kementerian PUPR, Polsek Sepaku, Satpol PP, Pemerintah Desa Sukaraja, serta unsur TNI-Polri dan masyarakat setempat.

Penyunting: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.