Hadapi TKA Nasional 2026, Disdikpora PPU Siapkan Dukungan Sarana Sekolah

Penajam Paser Utara – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan digelar secara nasional pada Maret hingga April 2026 mulai disiapkan di Penajam Paser Utara (PPU). Pemkab PPU melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) memastikan kesiapan menghadapi asesmen baru tersebut, termasuk dukungan sarana bagi sekolah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas.

TKA merupakan asesmen standar nasional dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang bertujuan mengukur penguasaan konsep inti serta kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) peserta didik pada mata pelajaran tertentu, baik Saintek, Soshum, maupun Campuran. Asesmen ini tidak menjadi penentu kelulusan siswa, melainkan berfungsi sebagai alat validasi nilai rapor, khususnya untuk jalur masuk perguruan tinggi seperti Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) mulai 2026.

Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru, mengatakan pelaksanaan TKA dijadwalkan berlangsung setelah Idulfitri.

“Jadi ee untuk pelaksanaannya itu Maret, April. Iya, Maret, April. Dalam waktu dekat ini berarti setelah pasca dari ee Lebaran, ya Lebaran akan dilaksanakan itu,” ujarnya.

Baca Juga:   Hetifah: Tantangan Digitalisasi Pendidikan Ada pada SDM Guru

Sebagai informasi, hasil TKA akan dilaporkan dalam bentuk Sertifikat Hasil Tes Kemampuan Akademik (SHTKA) yang bertujuan memberikan data capaian akademik siswa secara objektif dan terstandar, sekaligus menjadi indikator penyetaraan antar satuan pendidikan dalam proses seleksi pendidikan lanjutan.

Menurut Andi, meski TKA belum bersifat wajib secara nasional, pihaknya berharap seluruh sekolah di PPU dapat mendorong partisipasi peserta didik kelas akhir, mulai dari kelas VI SD, kelas IX SMP, hingga kelas XII SMA dan SMK.

“Ini kan sebenarnya kan tidak secara menyeluruh wajib total bagi mereka, tapi diharapkan agar anak-anak kita bisa ikut. Makanya ee untuk sekolah-sekolah diharap agar bisa ikut semua anaknya yang sudah mau lulusan,” katanya.

Ia menjelaskan, TKA dirancang untuk melihat kompetensi riil peserta didik, terutama pada mata pelajaran dasar seperti Bahasa Indonesia dan Matematika, termasuk aspek literasi dan numerasi.

“Bahasa Indonesia harus dilihat karena kita orang Indonesia harus kita lihat kompetensinya. Jangan sampai nanti literasinya bagus, numerasinya tidak bagus. Matematika ya,” jelasnya.

Baca Juga:   Peningkatan Penilaian Aspek KLA, DP3AP2KB PPU Perkuat Koordinasi dengan Tim Evaluasi

Pelaksanaan TKA akan dilakukan berbasis komputer. Untuk mendukung hal tersebut, Disdikpora PPU siap memberikan bantuan fasilitas. Terutama bagi sekolah swasta yang masih memiliki keterbatasan perangkat.

“Melalui komputerisasi. Olehnya kemarin pusat meminta ada bantuan dari SMA/SMK terdekat, Dinas Pendidikan diharap agar bisa membantu. Yang kurang komputernya di sekolah tersebut agar Dinas Pendidikan membantu,” ucap Andi.

Ia memastikan sekolah negeri di PPU pada prinsipnya telah siap. Sementara sekolah swasta juga akan difasilitasi sesuai kebutuhan.

“Kalau negeri inshaallah aman aja. Sebenarnya sih juga di swasta, karena kalau kita bantu rata-rata juga swasta kita bantu,” tambahnya.

Andi menegaskan secara umum Disdikpora PPU siap menghadapi pelaksanaan TKA sebagai program baru dari pemerintah pusat.

“Siap aja. Nah, masalah-masalah nanti artinya tingkat kemampuannya sekian-sekian itu belakangan. Inshaallah, siap. Kan ini soalnya program baru kan, kegiatan baru,” pungkasnya.

Pewarta: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.