PPU – Puluhan sekolah di Penajam Paser Utara (PPU) berpeluang mendapatkan wajah baru pada 2026. Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) PPU mengusulkan lebih dari 70 paket renovasi sekolah.
Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru, mengatakan jumlah usulan renovasi sekolah tahun ini jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya belasan paket. Dari 70 paket renovasi itu, 66 paket di antaranya telah dinyatakan layak direalisasikan.
“Ini kan yang kita usulkan lebih 70. Nah, yang diverifikasi 66. Mudah-mudahan 66 semua itu bisa terealisasi,” ujar Andi.
Ia merinci, paket renovasi tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP).
“Jadi 15 TK, SD itu 21, sisanya SMP,” sebutnya.
Menurut Andi, seluruh kecamatan di PPU masuk dalam daftar penerima program renovasi, meskipun porsinya tidak sama. Termasuk Kecamatan Sepaku yang digadang masuk ke dalam wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) juga mendapatkan alokasi, meski relatif lebih sedikit karena sebelumnya telah menerima cukup banyak program serupa.
“Ada semua kecamatan. Termasuk Sepaku juga. Cuma memang agak kurang Sepaku, karena kemarin di akhir dapat 27,” katanya.
Program ini merupakan kelanjutan dari perbaikan sarana pendidikan yang telah berjalan pada 2025. Tahun lalu, Disdikpora PPU memprogramkan 53 kegiatan pembangunan dan perbaikan sekolah, meliputi renovasi ruang kelas rusak, pembangunan ruang kelas baru (RKB), Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta toilet.
Pelaksanaan perbaikan dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran, dengan prioritas pada sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat, seperti SMPN 7 PPU dan SDN 022 Penajam yang terdampak kebakaran.
Selain bersumber dari anggaran daerah, Disdikpora PPU juga mendapat dukungan pemerintah pusat melalui bantuan revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) senilai Rp4,1 miliar. Bantuan tersebut dialokasikan untuk delapan sekolah, terdiri dari SD, SMP, serta TK/PAUD.
Delapan sekolah penerima bantuan itu yakni TK PGR 6 Babulu, SDN 014 Sepaku, SDN 019 Penajam, SDN 005 Babulu, SD Muhammadiyah Penajam, SDN 005 Sepaku, SMPN 12 PPU, dan SMPN 14 PPU. Dana revitalisasi digunakan untuk pembangunan taman bermain, laboratorium, ruang kelas baru, UKS, dan toilet.
Seluruh pekerjaan dilaksanakan secara swakelola melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) guna menjamin transparansi dan akuntabilitas. Penentuan sekolah sasaran didasarkan pada data Dapodik serta hasil penilaian tim teknis terhadap tingkat kerusakan bangunan.
Disdikpora PPU berharap, realisasi puluhan paket renovasi sekolah tersebut dapat meningkatkan kualitas lingkungan belajar sekaligus mendorong pemerataan layanan pendidikan di seluruh wilayah PPU.
Lebih lanjut Andi menjelaskan, jenis renovasi yang dilakukan bervariasi, menyesuaikan kondisi dan tingkat kerusakan bangunan sekolah. Mulai dari perbaikan ruang kelas, rehabilitasi bangunan, hingga renovasi dengan tingkat kerusakan berbeda.
“Renovasinya macam-macam. Ada yang kelas, ada yang macam-macam. Di tingkatannya juga ada, ada yang rehab ringan, ada yang rehab,” pungkasnya.
Pewarta: Robbi Lalat



