Sebanyak 200 pelajar tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dari 40 sekolah di wilayah delineasi IKN ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Agung Indrajit, mengatakan Nusantara TechnoFest merupakan bagian dari upaya mengawal arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan transformasi digital nasional, khususnya melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Nusantara TechnoFest juga menjadi wadah edukatif bagi peserta untuk mengenal serta mengembangkan kemampuan di bidang teknologi digital masa kini,” tutur Agung.
Dalam sambutannya di depan para wali murid dan guru, Agung mengatakan, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kawasan cerdas Nusantara, salah satunya melalui penguatan ekosistem pembelajaran dan kompetisi teknologi di sekolah.
“Kami melihat bahwa teknologi robotik, AI, dan pemrograman dapat dimanfaatkan oleh bapak dan ibu guru sebagai sarana menarik untuk mengembangkan minat belajar anak, mulai dari sains, teknologi, rekayasa, seni, hingga matematika,” jelasnya.
“Kami akan membagikan satu hingga tiga kit robotik kepada setiap sekolah sebagai sarana pembelajaran. Ke depan, pada pertengahan tahun berikutnya, kami akan mendorong sekolah-sekolah untuk mengikuti perlombaan teknologi robotik yang terbagi dalam tiga kategori, yaitu Robowork, Autobot, dan Robohome,” tambah Agung.
Kegiatan itu dirangkai dengan talkshow dan workshop mulai dari pengenalan AI hingga praktik pembuatan robot, seperti robot line follower analog dan robot soccer.
Sekadar informasi, Nusantara Technofest menghadirkan booth pameran robotik yang menampilkan berbagai karya robotik dari mahasiswa sejumlah universitas ternama.
Yakni Universitas Indonesia, Politeknik Negeri Samarinda, Universitas Mulawarman dan Univesitas Mulia untuk memberikan pengetahuan secara langsung bagi para pelajar.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Nicha R






