PPU – Sejumlah muda-mudi Kecamatan Sepaku yang tergabung dalam Komunitas Bara, punya cara unik terjun ke sekolah. Mereka merancang dan menjalankan program edukasi sambil menumbuhkan kembali minat permainan tradisional. Kegiatan dibalut edukasi kelas bagaimana cara memilah sampah, lalu menanam pohon untuk semangat reforestasi di SD Negeri 022 Sepaku.
Ketua Komunitas Bara, M. Nasrullah, menyebut Bara to School 2025 merupakan program pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh komunitas.
“Ini sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pendidikan, karakter, dan kepedulian lingkungan di wilayah Kecamatan Sepaku. Apalagi wilayah kita jadi kawasan strategis penyangga Ibu Kota Nusantara,” tuturnya di lokasi usai kegiatan, Selasa (16/12/2025).
Kegiatan yang mengusung tema penuh semangat “Kecil tapi membara, sederhana tapi berdaya” tersebut melibatkan seluruh murid SDN 022 Sepaku serta volunteer hasil rekrutmen terbuka.
Bara to School dirancang dengan pendekatan edutainment. Skemanya menggabungkan pembelajaran interaktif, permainan tradisional dan aksi nyata peduli lingkungan agar proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan bermakna.
“Jadi memang keseruan dalam pembelajaran ini harus diupayakan terus. Sebab belajar jadi tidak monoton, bahkan dapat menumbuh kembangkan kreatifitas murid,” jelas Nasrullah.
Di sekolah yang dekat dengan kantor desa Karang Jinawi itu, pada sesi pertama, murid-murid diedukasi di kelas dengan belajar Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) dan cara memilah sampah. Sesi kedua, diajak ke halaman sekolah untuk bermain permainan tradisional salah satunya gobak sodor, bentengan, estafet, dan balap karung. Lalu sesi 3 praktek pilah sampah sekaligus tanam pohon di pekarangan sekolah.
Sekadar informasi, Bara yang beranggotakan 21 orang itu program yang dijalankan memiliki tiga pilar utama. Yakni Belajar Bersama melalui edukasi non-formal tentang karakter dan lingkungan, Dolan Yuk dengan permainan edukatif dan tradisional untuk menumbuhkan sportivitas serta kerjasama, serta Aksi Cinta Lingkungan berupa kegiatan bersih sekolah, edukasi pemilahan sampah, dan penanaman bibit pohon.
Dalam prosesnya, seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara kolaboratif oleh volunteer dengan pembagian tugas yang terstruktur. Harapannya, melalui Bara to School 2025, tercipta lingkungan belajar yang lebih dinamis, serta menumbuhkan kepedulian sosial dan lingkungan sejak dini pada murid sekolah. Bahkan, diharapkan dapat membentuk sinergi positif antara komunitas relawan, sekolah, dan masyarakat sekitar Sepaku.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Nicha R








