PPU – Dugaan penyalahgunaan anggaran desa memicu protes warga di Desa Giripurwa, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Puluhan warga yang tergabung dalam Kelompok Masyarakat Giripurwa Peduli (KMGP) mendatangi Kantor Desa Giripurwa untuk menuntut kejelasan penggunaan dana desa, termasuk kegiatan studi tiru ke Bali yang menelan anggaran ratusan juta rupiah.
Kedatangan warga dipicu kecurigaan terhadap sejumlah program desa yang dinilai tidak mencerminkan kebutuhan prioritas masyarakat. Selain mempertanyakan manfaat studi tiru, warga juga menyoroti dugaan pemanfaatan mobil dinas desa untuk aktivitas mengetap bahan bakar.
Kepala Desa Giripurwa, Habi Rudianto, membenarkan adanya kegiatan studi tiru ke Bali yang melibatkan 48 peserta, terdiri dari ketua RT, staf desa, serta perwakilan warga. Ia menyebut total anggaran Desa Giripurwa sekitar Rp3,8 miliar, dengan Rp515 juta dialokasikan untuk kegiatan tersebut.
“Memang kami melakukan studi tiru ke Bali, dengan jumlah 48 orang, dan menggunakan anggaran senilai sekitar Rp515 juta,” jelas Habi, Kamis (11/12/2025).
Namun pernyataan tersebut menuai penolakan dari Koordinator Lapangan KMGP, Bodro Lukito. Ia menilai penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk kegiatan tersebut tidak tepat sasaran dan tidak mencerminkan kebutuhan mendesak masyarakat.
“Ini kan sudah salah, ADD dipakai untuk jalan-jalan dengan alasan belajar tentang kebersihan,” tegas Bodro.
Selain studi tiru, Bodro juga mengungkapkan kekecewaan warga terkait dugaan penggunaan mobil dinas desa oleh salah satu warga untuk mengetap bahan bakar jenis pertalite. Bahkan, menurutnya, kepala desa menyebut kendaraan tersebut disewakan dengan tarif Rp1 juta.
“Ini benar-benar menyimpang. Bukan hanya penggunaan anggaran yang tidak tepat, tetapi mobil dinas yang seharusnya dipergunakan untuk kepentingan kantor malah digunakan untuk mengetap minyak,” ujarnya.
Warga saat ini masih menunggu penjelasan resmi dan rinci dari pemerintah desa terkait penggunaan anggaran serta pemanfaatan fasilitas desa. KMGP menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada kejelasan dan tindak lanjut dari pihak berwenang.
“Kami akan terus mengawal kasus ini. Kami juga akan segera berkoordinasi dengan inspektorat dan pihak berwenang,” pungkas Bodro.
Pewarta: Deddy Pz
Penyunting: Robbi Lalat



