BERAU – Ketergantungan ekonomi Kabupaten Berau pada sektor tambang dan perkebunan sawit dinilai perlu segera diimbangi dengan pengembangan sektor lain yang lebih beragam dan berkelanjutan.
Anggota Komisi III DPRD Berau, Grace Warastuty Langsa, menegaskan bahwa sudah saatnya pemerintah daerah membuka diri terhadap kehadiran investor baru, khususnya di sektor-sektor non-ekstraktif yang memiliki potensi jangka panjang.
Menurut Grace, struktur ekonomi Berau yang masih didominasi sektor pertambangan dan perkebunan membuat Berau rentan terhadap perubahan kebijakan nasional maupun fluktuasi harga global. Untuk itu, ia menilai langkah diversifikasi ekonomi menjadi hal mendesak agar Berau tidak terus bergantung pada dua sektor utama tersebut.
“Berau punya potensi besar di pariwisata, perikanan, industri kreatif, dan energi terbarukan. Pemerintah harus mulai menyiapkan strategi dan kebijakan yang membuka peluang investasi di sektor-sektor ini,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keterbukaan terhadap investasi baru bukan berarti mengabaikan regulasi atau aspek lingkungan hidup. Namun, pemerintah daerah dituntut mampu menciptakan iklim investasi yang sehat, transparan, dan berkeadilan.
“Kita butuh sistem perizinan yang cepat dan jelas, tapi tetap menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan. Jangan sampai investor dipersulit dengan birokrasi yang panjang dan tidak pasti, karena itu membuat mereka enggan berinvestasi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa daya tarik investasi tidak hanya ditentukan oleh potensi sumber daya alam, tetapi juga oleh kepastian hukum, kemudahan layanan, serta komitmen daerah dalam menjaga lingkungan.
Ia berharap, Pemkab Berau bisa memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi nasional dengan membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Sehingga ekonomi kita bisa tumbuh lebih inklusif, berdaya saing, dan tidak lagi bergantung pada sektor-sektor ekstraktif,” pungkasnya.
Penulis: (Srn)



