PPU – Kapolres Penajam Paser Utara (PPU) AKBP Andreas Alek Danantara, menegaskan pentingnya komitmen dan perubahan sikap setiap anggota Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Hal itu disampaikan saat memimpin apel pagi di halaman Mapolres PPU, Rabu (12/11/2025).
Dalam arahannya, Andreas menekankan agar seluruh personel senantiasa memperbaiki diri, menjaga disiplin, dan berkomitmen penuh dalam melaksanakan tanggung jawab sebagai anggota Bhayangkara.
“Perbaiki diri dan harus berkomitmen. Dalam dunia pendidikan kita diajarkan untuk mengubah sikap sipil menjadi sikap Bhayangkara. Itu adalah proses pembentukan karakter yang harus terus kita jaga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembentukan karakter Bhayangkara bukan hanya tentang kedisiplinan, tetapi juga tentang ketulusan dalam melayani masyarakat. Menurutnya, sikap profesional dan humanis adalah wujud nyata pengabdian Polri kepada bangsa dan negara.
Dalam kesempatan itu, Kapolres juga menyoroti peran penting Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) sebagai garda terdepan pelayanan Polri. SPKT, katanya, merupakan wajah pertama yang dilihat masyarakat ketika datang ke kantor polisi.
“SPKT adalah wadah utama pelayanan. Di sanalah masyarakat pertama kali berinteraksi dengan Polri. Maka setiap personel SPKT harus memberikan pelayanan terbaik, cepat, tepat, dan humanis,” tegasnya.
Apel pagi tersebut menjadi momentum bagi jajaran Polres PPU untuk memperkuat semangat kebersamaan, disiplin, dan tanggung jawab dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.
Apel pagi berakhir dengan suasana hangat dan penuh semangat. Momentum tersebut mencerminkan tekad Polres PPU untuk terus berbenah, melayani masyarakat dengan tulus, dan semakin mendekatkan diri kepada warga PPU.
Andreas berharap seluruh personel dapat menjaga integritas dan profesionalitas, serta terus menanamkan semangat Polri Presisi yang berlandaskan prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.
“Kita hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi juga pelayan masyarakat. Jadilah Bhayangkara yang bekerja dengan hati, karena di sanalah letak kepercayaan publik dibangun,” tutupnya.
Penyunting: Robbi Lalat



