Ketua DPRD Soroti Minimnya Penyelam Bersertifikat di BPBD Berau

BERAU – Upaya penanganan bencana di Kabupaten Berau dinilai masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam operasi penyelamatan di wilayah perairan. Salah satu yang menjadi perhatian Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, adalah minimnya personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang memiliki sertifikasi penyelam profesional (dive master).

Menurutnya, keberadaan penyelam bersertifikat sangat krusial dalam mempercepat proses evakuasi korban yang tenggelam di laut maupun sungai. Tanpa personel yang memiliki keahlian tersebut, proses pencarian di bawah permukaan air akan berjalan lambat dan berisiko tinggi.

“Dengan adanya tim penyelam bersertifikat dive master, mereka bisa memimpin pencarian korban di bawah laut secara lebih terarah dan terukur. Ini sangat ideal untuk meningkatkan efektivitas operasi penyelamatan,” ujarnya.

Ia menegaskan, kejadian-kejadian seperti tenggelamnya kapal di perairan Berau menjadi pelajaran penting bagi daerah agar memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang penanggulangan bencana.

Ia pun mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan pelatihan dan sertifikasi penyelam bagi personel BPBD.

Selain itu, DPRD Berau disebut siap memberikan dukungan anggaran apabila program peningkatan kompetensi tersebut dimasukkan dalam rencana kerja daerah.

Baca Juga:   DPRD Berau Dorong Pelatihan Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Industri

Ia berharap, ke depan BPBD memiliki tim penyelam profesional yang mampu bertindak cepat dalam kondisi darurat di perairan.

“Bencana tidak bisa diprediksi, tapi kesiapan personel bisa kita wujudkan sejak sekarang,” tutupnya.

Penulis: (Srn)
Penyunting: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.