PPU – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memberikan Gender Awards Benuo Taka 2025 kepada lima tokoh inspiratif yang dinilai memiliki komitmen tinggi terhadap penerapan Pengarusutamaan Gender (PUG) di wilayah kerja maupun komunitasnya.
Kegiatan penganugerahan berlangsung di Aula Lantai III Kantor Bupati PPU, Rabu (22/10/2025), mengusung tema “Menguatkan Sinergi PUG Menuju Pembangunan Inklusif dan Berkeadilan Gender di Benuo Taka.” Selain pemberian penghargaan, acara juga dirangkai dengan Sosialisasi Kebijakan Pengarusutamaan Gender (PUG).
Lebih dari 200 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), Forkopimda, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Kalimantan Timur, organisasi masyarakat, dunia usaha, serta penerima penghargaan. Selain itu, sebanyak 54 peserta dari desa dan kelurahan mengikuti kegiatan secara daring.
Narasumber sosialisasi, Dwi Hartini, Fasilitator Pengarusutamaan Gender dan Perencanaan Anggaran Responsif Gender DP3A Provinsi Kaltim, hadir secara virtual untuk memberikan materi tentang penguatan peran daerah dalam pelaksanaan kebijakan PUG.
Sekretaris P3AP2KB PPU Nurbayah, mewakili Kepala Dinas, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pemahaman dan implementasi PUG secara terpadu dan berkelanjutan di seluruh tingkatan pemerintahan maupun mitra pembangunan.
“Pada kesempatan yang baik ini, kami juga memberikan Penghargaan Gender Champion sebagai bentuk apresiasi Pemerintah PPU, khususnya DP3AP2KB, kepada individu, OPD, maupun lembaga masyarakat yang telah menunjukkan dedikasi, komitmen, dan kepemimpinan luar biasa dalam mendorong dan menerapkan prinsip-prinsip kesetaraan gender di lingkungan kerjanya atau komunitasnya,” terangnya.
Sementara itu, Bupati PPU Mudyat Noor dalam sambutan yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda PPU, Nicko Herlambang, menegaskan bahwa kesetaraan gender harus menjadi bagian penting dari transformasi sosial di Kabupaten PPU, terutama sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Kepada para penerima Gender Award, Mudyat tak lupa memberikan apresiasi.
“Anda adalah pahlawan nyata! Yang menginspirasi kita semua untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan dan diskriminasi, dimana perempuan dan kelompok rentan lainnya dapat tumbuh dan berkontribusi secara optimal,” tegasnya.
Mudyat berharap, pemberian penghargaan ini akan memicu gelombang semangat baru dan memotivasi lebih banyak pihak, baik dari kalangan ASN, swasta, maupun
masyarakat sipil untuk menjadi agen perubahan dan penggerak Pengarusutamaan Gender di sektor ekonomi, pariwisata, pendidikan, sosial budaya, lingkungan hidup dan lainnya.
Sementara yang berhasil meraih penghargaan tersebut yakni:
• Yuni Nurhayati Aka ketegori Bidang Ekonomi dan Pariwisata
• Wartono Mustofa kategori bidang Lingkungan Hidup
• Yani kategori bidang Pendidikan
• Yahya kategori bidang Pendidikan
• Nuri Ariwibowo kategori Focal Point PUG Terbaik DPMPTSP PPU.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Nicha R



