PPU – Mudyat Noor kembali dipercaya menakhodai Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kalimantan Timur (Kaltim) untuk periode 2025–2029. Ia yang juga Bupati Penajam Paser Utara (PPU) ini terpilih secara aklamasi dan ditetapkan melalui Musyawarah Provinsi (Musprov) PBSI Kaltim 2025 yang berlangsung di kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Minggu (19/10/2025).
Dalam forum yang dihadiri seluruh perwakilan PBSI kabupaten/kota se-Kaltim tersebut, Mudyat setelah dinilai berhasil membawa semangat pembenahan organisasi dan pembinaan atlet selama periode kepemimpinannya sebelumnya (2021–2025).
Mudyat menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin PBSI Kaltim lima tahun ke depan. Ia menegaskan, tantangan dunia bulutangkis di Kalimantan Timur tidak ringan dan memerlukan kerja keras serta kolaborasi semua pihak.
“Kalau kita melihat perkembangan bulutangkis di Kalimantan Timur ini, memang tantangannya luar biasa. Dibutuhkan kerja keras yang luar biasa agar PBSI ini ke depan bisa maju,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu persoalan utama yang dihadapi PBSI Kaltim adalah belum adanya bapak asuh atau sponsor utama yang konsisten mendukung pembinaan atlet. Hal itu membuat perkembangan olahraga tepok bulu di daerah kerap tersendat.
“Tantangan terberat kita adalah tidak memiliki bapak asuh, sehingga bulutangkis di Kaltim ini kadang antara stuck dan maju, susah untuk benar-benar bangkit,” ungkapnya.
Ke depan, Mudyat berkomitmen untuk memperkuat sistem pembinaan atlet daerah dengan menggali potensi di setiap kabupaten/kota. Ia menekankan pentingnya koordinasi antar-pengurus untuk membangun fondasi pembinaan yang kuat dan berkelanjutan.
“Kita akan coba benahi pelan-pelan. Harapan kami, PBSI Kaltim bisa berbicara lebih banyak di tingkat nasional maupun internasional. Untuk itu, koordinasi dan kerja sama antar-daerah sangat penting,” jelasnya.
Selain itu, Mudyat juga berharap PBSI Pusat memberikan perhatian lebih terhadap daerah, khususnya dengan memberi kesempatan bagi atlet muda Kaltim untuk berlatih di pusat pelatihan nasional tanpa seleksi yang berbelit.
“Kami berharap ada afirmasi dari PBSI Pusat untuk memberikan kesempatan kepada putra-putri Kaltim berlatih di pusat-pusat pelatihan nasional tanpa melalui proses seleksi yang rumit,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Mudyat menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pengurus PBSI kabupaten/kota se-Kaltim atas dukungan dan kerja sama selama ini.
“Kami berterima kasih atas dukungan luar biasa dari pengurus kabupaten/kota. Semoga ke depan, kita bisa terus bersatu membangun prestasi bulutangkis Kalimantan Timur,” pungkasnya.
Penyunting: Robbi Lalat




