TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menyiapkan sistem pengawasan digital untuk mendukung pelaksanaan Program RT-KU Terbaik, yang menjadi salah satu prioritas utama dalam visi misi Kukar Idaman Terbaik 2025–2030.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola keuangan publik yang transparan dan akuntabel di tingkat RT. Terlebih, nilai bantuan yang diterima meningkat signifikan — dari Rp50 juta menjadi Rp150 juta per RT per tahun.
Kepala Inspektorat Kukar, Heriansyah, menegaskan bahwa sistem ini akan memastikan penggunaan dana RT berlangsung tepat sasaran, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan.
“Program yang digelontorkan ini harus kita susun dari perencanaan yang matang. Kita juga perlu menyiapkan mitigasi risikonya sejak awal,” ujarnya, Selasa (7/10/2025).
Ia menjelaskan, setiap RT nantinya wajib melaporkan kegiatan melalui aplikasi digital yang terhubung langsung dengan Inspektorat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Dengan sistem ini, proses audit dan evaluasi akan menjadi lebih cepat, efisien, dan berbasis data real-time.
Kolaborasi lintas instansi juga diperkuat dengan melibatkan camat dan pendamping desa untuk memastikan setiap program sesuai kebutuhan masyarakat dan aturan yang berlaku.
Selain untuk pengawasan, sistem digital tersebut juga akan menampilkan laporan kegiatan dan progres realisasi fisik agar masyarakat bisa ikut mengawasi jalannya pembangunan di lingkungannya masing-masing.
Menurut Heriansyah, partisipasi warga menjadi kunci keberhasilan implementasi sistem ini. “Harapannya semua uang yang digelontorkan benar-benar menyentuh masyarakat dan dirasakan manfaatnya,” tambahnya.
Melalui pendekatan digital dan keterlibatan langsung warga, Pemkab Kukar optimistis Program RT-KU Terbaik tidak hanya memperkuat akuntabilitas, tetapi juga menumbuhkan budaya gotong royong dan rasa memiliki dalam pembangunan berbasis komunitas. (adv)
Editor: Robby



