Kukar Jalankan Program Brigade Pangan dan Optimalisasi Lahan: 2.392 Hektare Siap Jadi Sentra Produksi Baru

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) resmi mengimplementasikan Program Brigade Pangan dan Optimalisasi Lahan (Oplah) yang menyasar empat kecamatan: Marangkayu, Tenggarong, Anggana, dan Samboja. Program ini bertujuan mengubah lahan tidak produktif menjadi lahan pertanian baru yang mampu memperkuat ketahanan pangan daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik, mengatakan program ini menjadi terobosan strategis dalam mengelola lahan tidur menjadi produktif. Di Kecamatan Tenggarong, misalnya, program Oplah difokuskan di Kelurahan Jahab dengan luasan mencapai 2.392 hektare.

“Operasional Brigade Pangan sampai sekarang Alhamdulillah sudah berjalan sesuai petunjuk teknis dan pedoman. Beberapa jenis bantuan juga sudah tersalurkan kepada petani,” ujarnya, Rabu (24/9/2025).

Bantuan yang diterima Brigade Pangan mencakup alat mesin pertanian (alsintan), benih padi, kapur pertanian, serta biaya pengolahan lahan. Selain itu, perbaikan fisik seperti saluran air, jembatan, dan pintu air turut dilakukan bersama TNI untuk menunjang kelancaran kegiatan pertanian.

“Jadi paket yang diperoleh Brigade Pangan ini lengkap — mulai dari sarana produksi, benih, kapur, alsintan, hingga pekerjaan fisik optimasinya,” jelas Taufik.

Baca Juga:   Akses Jalan Longsor di Sebulu Ulu Mulai Diperbaiki, Warga dan Perusahaan Terlibat Aktif

Ia menegaskan, Brigade Pangan memiliki konsep berbeda dengan kelompok tani (Poktan) biasa. Program ini menggunakan pendekatan korporatisasi pertanian, di mana seluruh proses dari hulu hingga hilir — mulai dari pengolahan lahan, produksi, hingga distribusi hasil — dikelola secara terintegrasi dengan sistem bagi hasil.

“Kalau Poktan itu hanya mengelola sebagian, sementara Brigade Pangan mengorporasikan sistem dari hulu ke hilir. Ada perjanjian dengan pemilik lahan, dengan pembagian hasil 70 persen untuk Brigade dan 30 persen untuk pemilik lahan,” terangnya.

Pemkab Kukar menilai, dengan pendekatan korporatisasi, petani akan lebih terlindungi dari risiko gagal panen sekaligus memperoleh keuntungan yang lebih stabil. Di sisi lain, daerah juga mendapatkan manfaat berupa peningkatan kapasitas produksi pangan dan penguatan kemandirian ekonomi berbasis pertanian.

“Dengan adanya Brigade Pangan dan program optimalisasi lahan ini, kami berharap lahan-lahan tidur di Kukar dapat disulap menjadi sumber produksi pangan baru yang menopang ketahanan pangan daerah,” pungkas Taufik. (adv)

Editor: Robby

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.