Pemkab Kukar Bentuk Satgas Kecamatan Percepat Program Makan Bergizi Gratis

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mempercepat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) hingga tingkat kecamatan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai arahan pemerintah pusat sekaligus menjawab keraguan para mitra terkait teknis pelaksanaan di lapangan.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Sunggono, menegaskan fungsi utama Satgas adalah memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Satgas ini fungsi dan tugasnya adalah memastikan koordinasi antara Badan Gizi Nasional yang ada di daerah bersama mitra kerja bisa berjalan dengan baik. Sehingga program makanan bergizi gratis ini, yang di antara praktik penyelenggaraannya ada Sarana Penyedia Pangan Gizi (SPPG) di Kukar, bisa segera terealisasi,” ujarnya, Senin (29/9/2025).

Sunggono mengakui masih terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan, terutama terkait mekanisme pendanaan dan pembayaran. Untuk itu, Satgas bersama BGN akan turun langsung memberikan edukasi dan pendampingan teknis kepada seluruh mitra penyelenggara program MBG.
“Tugas kami di Satgas bersama BGN adalah memberikan edukasi agar tidak terjadi lagi kendala teknis di lapangan, sehingga progres capaian pembangunan MBG di Kukar bisa segera diselesaikan sesuai target,” tambahnya.

Baca Juga:   Pembangunan Jembatan Pengganti Jembatan Besi dan Turap Tangga Arung Capai 60 Persen

Saat ini, Kukar baru memiliki empat SPPG yang sudah beroperasi, sementara sisanya masih dalam tahap pembangunan, rehabilitasi, atau menunggu persetujuan. Pemerintah daerah menargetkan seluruh kecamatan di Kukar — sebanyak 20 wilayah — akan memiliki SPPG aktif dalam waktu dekat.

Selain memperluas sarana penyedia pangan, Pemkab Kukar juga terus mendorong kolaborasi dengan 74 mitra MBG agar proses distribusi makanan bergizi bagi anak-anak dan ibu hamil dapat berjalan lebih cepat dan merata di seluruh wilayah.
“Harapan kami, Satgas percepatan ini bisa membantu merealisasikan program MBG bagi anak-anak dan ibu hamil di Kukar, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Sunggono.

Dengan pengawasan langsung dari Satgas dan koordinasi rutin bersama pemerintah pusat, Kukar optimistis program MBG dapat terlaksana tepat sasaran dan menjadi model implementasi yang efektif di Kalimantan Timur. (adv)

Editor: Robby

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.