Pembangunan Jembatan Pengganti Jembatan Besi dan Turap Tangga Arung Capai 60 Persen

TENGGARONG – Dua proyek infrastruktur strategis di kawasan Tangga Arung, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus menunjukkan perkembangan positif. Pembangunan jembatan pengganti Jembatan Besi dan proyek turap penahan tebing Sungai Mahakam kini berjalan sesuai target dan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono, menyampaikan bahwa proyek tersebut terbagi dalam dua paket kerja, masing-masing ditangani oleh bidang berbeda di lingkup dinas. “Ada dua paket kegiatan, jembatan ditangani bidang Bina Marga, sedangkan turap oleh bidang Sumber Daya Air,” ujar Wiyono, Jumat (5/9/2025).

Hingga awal September, progres pembangunan jembatan telah mencapai 51 persen, sementara pengerjaan turap sudah berada di angka 60 persen. Jembatan baru ini menggunakan teknologi girder baja dengan konstruksi yang dirancang mampu bertahan hingga seratus tahun.

Posisi jembatan baru dibangun sekitar 100 meter dari lokasi Jembatan Besi lama, tepatnya menghubungkan Jalan Danau Semayang dengan Jalan Monumen Barat. Setelah proyek rampung, Jembatan Besi lama tidak lagi diperuntukkan bagi kendaraan bermotor karena kondisinya yang sudah keropos dan menua.

Baca Juga:   Ekonomi Desa Loh Sumber Tumbuh Stabil, Pertanian Jadi Tulang Punggung Utama

“Jembatan Besi nanti ditutup untuk kendaraan, hanya bisa dilalui pejalan kaki dan pesepeda. Akses kendaraan akan dialihkan ke jembatan baru,” jelasnya.

Selain menjadi penghubung strategis antarwilayah, jembatan baru ini dirancang terintegrasi dengan beberapa ruas penting seperti Jalan Kertanegara, Bundaran Masjid Agung Sultan Sulaiman, hingga Jalan Kartini. Konsep integrasi tersebut diharapkan menciptakan koridor lalu lintas utama yang lebih efisien, modern, dan nyaman bagi pengguna jalan.

Wiyono menambahkan, proyek turap di kawasan yang sama juga memiliki fungsi penting untuk menjaga kestabilan tebing sungai dan melindungi infrastruktur sekitar dari potensi longsor maupun erosi. Dengan penyelesaian tepat waktu, kedua proyek ini diharapkan menjadi bagian dari wajah baru penataan kawasan Tangga Arung.

“Selain memperlancar arus kendaraan, jembatan dan turap ini akan memperkuat konektivitas pusat kota Tenggarong dengan wilayah sekitarnya, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (adv)

Editor: Robbi
⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.