SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Fuad Fakhruddin, menekankan pentingnya penyelesaian persoalan pendidikan yang melibatkan pemerintah daerah dan pihak yayasan dilakukan secara bijak dan tidak berlarut-larut. Menurutnya, konflik yang terjadi dikhawatirkan akan mengganggu proses belajar-mengajar serta merugikan masa depan anak-anak.
“Tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan kalau kita duduk dengan kepala dingin. Kita berharap supaya masalah ini tidak sampai mengganggu proses belajar, karena program pemerintah saat ini adalah mencetak generasi emas 2045,” tegas Fuad.
Ia menambahkan, semua pihak, baik pemerintah provinsi, pemerintah kota, maupun yayasan, harus menurunkan ego masing-masing dan duduk bersama mencari jalan keluar.
“Kalau ini terus berlanjut, sangat tidak baik bagi dunia pendidikan. Apalagi sampai menimbulkan sekat-sekat antara yayasan dan pemerintah. Yang harus dikedepankan adalah kepentingan anak-anak kita,” ujarnya.
Terkait adanya gugatan hukum, Fuad menilai hal tersebut merupakan hak yang harus dihormati. Namun, ia berharap persoalan hukum tidak menjadi polemik berkepanjangan. “Bagaimanapun itu adalah proses hukum yang kita hargai. Tapi jangan sampai terus ada tuntutan-tuntutan baru yang tak kunjung selesai. Harus ada titik akhir agar masalah ini tidak berulang,” pungkasnya.
Pewarta: K. Irul Umam



