PPU – Komitmen Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Penajam Paser Utara (PPU) dalam mengembangkan Klinik Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Klinik PPRG ini menjadi inovasi daerah yang berfungsi sebagai wadah pendampingan bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyusun Anggaran Responsif Gender (ARG). Program tersebut telah diinisiasi sejak 2024 dan kini mulai menunjukkan hasil nyata.
Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kaltim, Noryani Sorayalita, menegaskan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut.
“Karena memang, kita akui bahwa di Kaltim ini, untuk anggaran responsif gender masih belum optimal. Sehingga perlu inovasi-inovasi seperti ini untuk menggerakkan khususnya SKPD dalam menyusun anggaran, guna mendukung kesetaraan gender. Ini bagus sekali,” ujarnya, belum lama ini.
Ia berharap, kehadiran klinik ini mampu meningkatkan peran OPD dalam menyusun anggaran yang berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat.
“Sehingga setiap rupiah yang dianggarkan pada program dan kegiatan OPD memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di daerahnya,” tambah Noryani.
Dinas P3AP2KB PPU menyebut PPRG sebagai tahapan awal dalam proses penyelenggaraan pengarusutamaan gender di kabupaten. Inovasi ini lahir berkat kerja keras jajaran dinas dengan memanfaatkan media digital sebagai sarana pembelajaran, baik melalui YouTube, Instagram, maupun website resmi Pemkab PPU dan website Dinas P3AP2KB.
Pewarta: Atmaja Riski
Penyunting: Robbi Lalat



