PPU – Harga pupuk di Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), masih cenderung stabil.
Untuk pupuk urea kemasan 50 kilogram dijual Rp112.500 per sak atau Rp2.250 per kilogram, sesuai harga eceran tertinggi (HET). Sedangkan pupuk phonska 50 kilogram dibanderol Rp125.000 per sak atau Rp2.500 per kilogram.
Jika dibandingkan dengan pupuk urea nonsubsidi, selisihnya cukup jauh. Urea nonsubsidi kemasan 50 kilogram saat ini mencapai Rp300 ribu per sak.
Ketua Kelompok Tani Sedyo Utomo, Selamet Riyadi, menyebut stabilnya harga pupuk sangat membantu petani.
“Sangat senang, jelas petani tidak terbebani dengan harga pupuk, kalau stabil seperti sekarang ini,” ucapnya, Sabtu (27/9/2025) via WhatsApp.
Hal senada disampaikan petani setempat, Yunus Efendi. Menurutnya, harga pupuk belum mengalami kenaikan sejak musim sebelumnya.
“Harganya masih sama kayak musim kemarin, mudah-mudahan tidak ada kenaikan syukur bisa turun atau digratiskan sama pemerintah,” harapnya.
Pupuk subsidi tersebut umumnya digunakan untuk tanaman padi sawah. Hingga saat ini, ketersediaan pupuk di Gunung Mulia masih aman.
Sekadar diketahui, jatah pupuk subsidi di PPU Provinsi Kalimantan Timur, dari pemerintah pusat pada 2025 sebanyak 7.425 ton atau bertambah 677 ton dibandingkan kuota pada 2024 yang hanya 6.748 ton.
Di samping itu, pemerintah sekarang sedang menargetkan stabilitas harga pangan serta ketersediaan pupuk. Hal itu jadi prioritas utama untuk mendukung kelancaran dunia pertanian. Termasuk di wilayah Penajam Paser Utara.
Pewarta: Prasetyo
Editor : Nicha R



