Program MBG Hadir di Wilayah IKN, Ribuan Pelajar di Sepaku Dapat Menu Sehat

PPU – Sebanyak 11 sekolah di Kecamatan Sepaku, wilayah delineasi Ibu Kota Negara (IKN), mulai menerima layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN). Total ada 1.990 siswa, mulai dari Kelompok Bermain (KB) hingga SMK, yang menjadi penerima manfaat.

Layanan dijalankan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sepaku di Desa Bumi Harapan sejak 16 September 2025. Kepala SPPG Dimas Lintang Fajar mengatakan, tahap awal ini pihaknya baru melayani 11 sekolah, di antaranya TK Mitra Pradana, SMPN 27, dan SMKN 1 PPU.

“Total siswa penerima manfaat ada 1.990 siswa sementara ini. Mereka cukup antusias menyambut program ini,” ungkapnya, ditemui di lokasi, Selasa (23/9/2025).

Di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN), SPPG Sepaku memiliki dapur produksi, ruang cuci, dan gudang kering. Operasionalnya ditangani oleh satu ahli gizi, seorang akuntan, asisten lapangan, serta 32 relawan dengan tugas berbeda, termasuk dapur dan dua armada distribusi.

Menu MBG yang dibuat setiap hari, disyaratkan mengandung karbohidrat, protein hewani, nabati, sayur, dan buah. Sementara lauknya, yakni telur dan daging ayam. Penyajiannya juga diawasi ketat ahli gizi SPPG.

Baca Juga:   Polres PPU Jadi Lokasi Utama Panen Raya Jagung Serentak 2025 di Kaltim

“Jadi mengandung 5 unsur itu,” terangnya.

Porsi nilai makanan tidak sama, untuk pelajar SD kelas 4 hingga SMK nilainya Rp10 ribu, sementara kelas 3 hingga KB senilai Rp8 ribu. Porsi sesuai usia dan kebutuhan.

Ke depan, Kecamatan Sepaku akan memiliki dua SPPG. Saat ini baru fasilitas di Desa Bumi Harapan yang beroperasi, sementara satu lagi direncanakan di Desa Tengin Baru.

Terpisah, Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menegaskan keseriusannya mendukung Program MBG yang dicanangkan pemerintah pusat.

Ia menargetkan pelaksanaan program ini dapat berjalan sepenuhnya di seluruh sekolah di PPU sebelum tutup tahun 2025.

“Program MBG adalah program nasional yang wajib kita dukung bersama. Saya ingin pelaksanaannya di PPU bisa maksimal dan mencapai seratus persen sebelum akhir tahun,” tegas Mudyat.

Hal itu disampaikannya saat membuka Forum Group Discussion (FGD) bersama ratusan kepala sekolah dan guru, Jumat (12/9/2025) lalu, di Graha Pemuda, Nipah-Nipah.

Menurut Bupati, nilai anggaran Rp10 ribu per porsi, penyediaan makanan bergizi bagi siswa di sekolah sebenarnya sudah cukup realistis.

Baca Juga:   Syahrudin: Pemkab PPU Perlu Beri Pelaku UMKM Pelatihan Pemahaman Teknolgi

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU, Muhajir, menyebut program MBG daerah nantinya difokuskan untuk sekolah yang belum tercakup BGN.

“Yang 16 September ini kan sudah ada di Sepaku. SPPG dari BGN. Nah, maka MBG daerah tidak masuk di situ. Jadi konsepnya berjalan beriringan, tidak tabrakan. Anggaran MBG daerah akan disalurkan ke sekolah melalui mekanisme BOS daerah (Bosda). Pengelolaannya, sekolah dapat menunjuk komite atau pihak yang ditugaskan secara langsung,” tutupnya.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Nicha R

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.