PPU – Musim kemarau yang kian memanjang menjadi peringatan bagi warga Penajam Paser Utara (PPU) untuk mulai bijak menggunakan air bersih. Direktur Utama Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT), Abdul Rasyid, mengingatkan bahwa potensi cuaca kering berkepanjangan dapat menggerus ketersediaan air, sehingga kesadaran kolektif menjadi kunci menjaga pasokan tetap aman.
“Musim kemarau membuat sumber air semakin terbatas. Kita semua punya peran penting untuk menjaga pasokan air tetap aman, mulai dari hal-hal kecil di rumah,” ujarnya, Jumat (10/8/2025).
Rasyid membagikan sejumlah langkah sederhana namun berdampak besar yang dapat dilakukan masyarakat, di antaranya:
- Menutup kran air setelah digunakan. Kebiasaan kecil ini mencegah pemborosan air dan menunjukkan kepedulian pada lingkungan.
- Segera melaporkan kebocoran. Kebocoran sekecil apa pun bisa menghabiskan ribuan liter air jika tidak ditangani.
- Memberi edukasi hemat air kepada keluarga. Kesadaran yang dimulai dari rumah akan berdampak luas bagi daerah.
- Menyiram tanaman pada waktu tepat. Pagi atau sore hari adalah waktu ideal untuk mengurangi penguapan.
- Menggunakan peralatan air secara efisien. Gunakan shower, keran wastafel, dan bak mandi secukupnya untuk mencegah pemborosan.
Ia menegaskan, upaya hemat air bukan hanya soal mengurangi penggunaan, tetapi juga memastikan keberlanjutan pasokan bagi generasi mendatang.
“Air adalah sumber kehidupan. Jika kita tak menjaga sekarang, anak cucu kita yang akan menanggung akibatnya nanti,” tutupnya.
Pewarta: Robbi Lalat




