TENGGARONG – Pemerintah Desa (Pemdes) Rapak Lambur terus memacu pengembangan sektor pertanian melalui program optimalisasi lahan (oplah). Lahan-lahan tidur yang sebelumnya terbengkalai mulai dibuka dan ditanami kembali, sebagai langkah mendukung ketahanan pangan wilayah dan menyambut peran strategis Kukar sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Program oplah di Rapak Lambur telah berjalan sejak awal 2024, difokuskan pada pembukaan lahan-lahan tidak produktif yang telah puluhan tahun tak dimanfaatkan. Kini, Kelompok Tani (Poktan) Kejadian Permai C mulai menanami lahan tersebut dengan padi.
“Beberapa petani sudah mulai tanam padi dan membuka lahan. Sebelumnya, lahan itu tidak dikelola sekitar 15 tahun,” ungkap Kepala Desa Rapak Lambur, Muhammad Yusuf, Senin (28/7/2025).
Yusuf menjelaskan, faktor utama lahan tersebut tidak dimanfaatkan adalah minimnya infrastruktur dan akses pertanian. Namun dengan program oplah dan dukungan lintas sektor, pemanfaatan lahan kini mulai menunjukkan hasil.
Sebagai penunjang, Pemdes juga melakukan normalisasi anak sungai Mangkurawang, yang selama ini menjadi sumber pengairan utama bagi area persawahan di Kejadian Permai C.
“Anak sungai Mangkurawang yang menjadi kendala selama ini untuk pertanian, sudah mulai kita normalisasi. Kita terus pantau pembukaan lahan, penanaman, hingga panen. Harapannya hasilnya bisa maksimal,” tutup Yusuf.
Desa Rapak Lambur masuk dalam kawasan pengembangan pertanian strategis di Kukar. Melalui program ini, diharapkan desa tersebut dapat berkontribusi besar sebagai lumbung pangan baru di Kalimantan Timur dan IKN. (Adv)
Editor: Robbi



