Plataran Resmi Bangun Teras Hutan Kuliner Bernuansa Budaya di IKN

NUSANTARA – PT Plataran Boga Rasa resmi menjalin kerja sama strategis dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) melalui penandatanganan Perjanjian Pemanfaatan Tanah Pengalokasian Lahan Aset Dalam Penguasaan (ADP) dan Akta Notarial, Rabu (23/7/2025), di Kantor OIKN, Nusantara.

Kerja sama ini menandai komitmen penguatan sektor kuliner berbasis budaya dan pariwisata di IKN. PT Plataran Boga Rasa, entitas lokal di sektor hospitality, dikenal akan konsep kuliner dan wisata mewah bernuansa budaya Indonesia.

Dalam kerja sama ini, Plataran akan mengembangkan dua kawasan strategis: Persil 1A seluas 2.094 m² dan Persil 1B seluas 12.605 m². Di Persil 1A akan dibangun Teras Hutan IKN by Plataran, ruang makan modern bernuansa Indonesia yang terintegrasi dengan taman terbuka hijau. Lokasi Persil 1B akan dikembangkan dengan konsep serupa namun dengan area yang lebih luas dan fleksibel. Tahap awal pembangunan ditargetkan dimulai pada 2025, dimulai dari Persil 1A.

“Terima kasih atas kepercayaan PT Plataran Boga Rasa untuk dapat berinvestasi di IKN, semoga kerja sama ini akan terus berlanjut dengan baik,” ujar Kepala OIKN Basuki Hadimuljono.

Baca Juga:   Sungai Meluap di Babulu Darat, BPBD PPU Tinjau Lokasi dan Data Warga Terdampak

Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha, sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam mengawal pembangunan IKN.

Melalui kolaborasi ini, sektor kuliner di IKN diharapkan tumbuh sebagai ikon baru yang memperkuat identitas budaya bangsa serta menarik minat investor dan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Pewarta: Humas Otorita IKN
Penyunting: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.