PPU – Perpustakaan Sumber Ilmu di Desa Binuang, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus menorehkan prestasi membanggakan. Setelah dinobatkan sebagai Juara 1 Lomba Perpustakaan Umum Tingkat Kabupaten, perpustakaan ini kini resmi mewakili PPU di ajang serupa tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Didirikan sejak 2018, Perpustakaan Sumber Ilmu menjelma menjadi pusat literasi dan informasi masyarakat desa. Tidak hanya menyediakan ribuan koleksi buku, perpustakaan ini juga mengadopsi berbagai inovasi teknologi digital seperti layanan Online Public Access Catalog (OPAC), peminjaman berbasis barcode, serta e-book untuk menjawab tantangan era digital.
Menilik lebih jauh, perpustakaan ini telah memiliki 2.872 judul buku dengan 3.916 eksemplar. Ragam koleksi bukunya juga sangat beragam. Di antaranya, Buku anak 1.288 eksemplar, Buku pengetahuan umum: 933 eksemplar dan Buku pertanian: 271 eksemplar.
Jumlah anggota juga meningkat signifikan menjadi 357 orang, naik dari 276 orang pada 2024. Komposisi anggota didominasi perempuan dengan 199 anggota hingga tahun 2025 ini. Komposisi koleksi ini mencerminkan perpustakaan yang progresif, adaptif terhadap teknologi, dan berorientasi pada layanan berbasis masyarakat.
Bahkan, perpustakaan tidak hanya fokus pada kuantitas, tetapi juga mengakomodasi berbagai bentuk pembelajaran serta kebutuhan akses termasuk layanan inklusif melalui media digital dan rekam.
Dengan memanfaatkan inovasi teknologi OPAC, semakin memudahkan pengguna untuk mencari koleksi perpustakaan secara daring.
Setelah berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Lomba Perpustakaan Umum Tingkat Kabupaten yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan PPU beberapa waktu lalu, seperti makin mengukuhkan posisi Perpustakaan Sumber Ilmu sebagai perpustakaan desa aktif dan inovatif.
Kepala Perpustakaan Sumber Ilmu, Yani, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian itu.
“Kami sangat bersyukur atas hasil ini. Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim pengelola. Juga dukungan penuh dari pemerintah desa, serta antusiasme masyarakat yang luar biasa dalam memanfaatkan fasilitas dan program-program yang kami sediakan,” ujar Yani yang juga Kepala PAUD Belia Binuang itu.
Adapun hingga saat ini, pengelola perpustakaan terus memperluas semangat literasi untuk warga desa melalui perancangan program dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan setiap kelompok. Misalnya seperti program literasi untuk anak-anak, serta pelatihan komputer.

Perpustakaan ini sekarang menjadi kebanggaan warga. Masyarakat menyebut perpustakaan ini sebagai “jantung literasi desa”. Berbagai kegiatan telah rutin dilaksanakan di sana seperti kelas komputer gratis, pojok baca anak, lomba menulis cerpen, dan pelatihan keterampilan ibu rumah tangga. Serta jadi ruang belajar bersama, tempat berbagi ide, diskusi literasi, pelatihan keterampilan, hingga kegiatan kreatif anak-anak dan remaja di Binuang.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) PPU M. Yusuf Basra mengatakan turut memberikan apresiasi atas keberhasilan Perpustakaan Sumber Ilmu.
“Prestasi ini patut kita banggakan. Harapan kami, Perpustakaan Sumber Ilmu dapat menjadi contoh bagi perpustakaan desa lainnya untuk terus berbenah, berinovasi, dan menjadikan literasi sebagai kebutuhan bersama,” ungkapnya.
Sekretaris Desa Binuang, Halfina Cindya Pracasa, Kamis (10/7/2025) menambahkan, dalam kompetisi yang berlangsung ketat tersebut, Perpustakaan Sumber Ilmu berhasil mengungguli sejumlah perpustakaan dari desa dan kelurahan lain di PPU. Semuanya menampilkan berbagai keunggulan layanan dan fasilitas.
“Penilaian dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek kelembagaan, sarana prasarana, pengelolaan koleksi, inovasi program layanan, pemanfaatan teknologi informasi, hingga peran aktif masyarakat dalam kegiatan literasi.
“Tapi Alhamdulillah, perputakaan desa kami yang jadi juaranya,” tutupnya.
Pewarta : Riski Maulana
Editor : Nicha R




