LPTQ Kukar Fokuskan Anggaran untuk Pembinaan, Targetkan Prestasi Nasional Berkelanjutan

KUKAR – Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kutai Kartanegara, Sunggono, menegaskan komitmennya dalam mengelola anggaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) secara transparan dan proporsional. Fokus utama diarahkan pada pembinaan generasi muda Kukar yang berpotensi menjadi kafilah andalan di ajang MTQ tingkat provinsi hingga nasional.

Dalam laporan kinerja LPTQ Kukar, Sunggono menyebut bahwa sejak awal dirinya ditunjuk sebagai ketua, Bupati Kukar Edy Damansyah telah menitipkan pesan penting terkait efisiensi anggaran MTQ.

“Pak Edy berpesan, anggaran MTQ paling banyak hanya 10 persen untuk operasional, selebihnya harus diarahkan untuk pembinaan. Alhamdulillah, saat ini operasional kami hanya 7 persen dari total anggaran. Selebihnya untuk mendidik dan membina anak-anak kita,” ujar Sunggono.

Komitmen ini membuahkan hasil. Enam anak dari Kukar berhasil menorehkan prestasi sebagai juara nasional dalam MTQ tingkat nasional. Namun, karena regulasi, mereka tidak bisa kembali mengikuti seleksi tingkat provinsi di tahun berikutnya. Untuk mengantisipasi kekosongan kafilah potensial, LPTQ Kukar melakukan seleksi lebih awal dan menyusun strategi sejak awal tahun.

Baca Juga:   Pemkab Kukar Optimis Listrik 24 Jam Tercapai 100 Persen Sesuai RPJMD 2021–2026

“Kami melakukan evaluasi rutin bersama pengurus LPTQ tingkat kecamatan sejak Oktober tahun lalu. Bahkan mulai tahun ini, setiap kecamatan diwajibkan menggelar MTQ sebagai syarat sebelum ikut seleksi di tingkat kabupaten. Sampai sekarang, sudah delapan kecamatan yang melaksanakan MTQ,” jelasnya.

LPTQ Kukar juga aktif dalam mendukung kualitas dewan juri. Tahun ini, pihaknya mengusulkan 12 nama untuk menjadi juri di MTQ tingkat provinsi, meski hanya delapan yang diterima—sedikit menurun dari tahun sebelumnya.

Dengan pengelolaan anggaran yang lebih efektif dan strategi pembinaan berkelanjutan, Sunggono berharap prestasi generasi muda Kukar terus meningkat.

“Kami ingin anak-anak kita lebih diperhatikan, dan harapan mereka bisa lebih terpenuhi lewat pembinaan yang konsisten,” pungkasnya. (adv)

Editor: Roobi

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.