TENGGARONG – Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang, terus menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan sektor pertanian berbasis pemberdayaan masyarakat. Saat ini, desa tersebut telah membentuk 23 kelompok tani aktif, terdiri dari 19 kelompok tani sawah dan 4 kelompok tani kebun.
Kepala Desa Kerta Buana, I Dewa Ketut Adi Basuki, menyatakan bahwa penguatan kelompok tani menjadi strategi utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga.
“Kami ingin agar seluruh petani tidak berjalan sendiri-sendiri, tapi saling terhubung dalam jejaring kelompok tani agar usaha pertanian lebih terorganisir dan berdaya saing,” ujar Dewa Ketut, Selasa (15/4/2025).
Salah satu sektor yang kini menjadi perhatian serius adalah budidaya jamur tiram. Komoditas ini dinilai memiliki potensi besar karena permintaan pasar yang terus tumbuh dan dapat dibudidayakan dalam skala rumah tangga.
Tak hanya menyasar petani laki-laki, program ini juga melibatkan kaum ibu yang tergabung dalam kelompok PKK. Mereka dilibatkan dalam pelatihan pengolahan jamur menjadi aneka produk turunan, seperti keripik jamur dan nugget jamur, yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
“Hasilnya sudah mulai dirasakan. Selain menambah penghasilan keluarga, ibu-ibu juga punya ruang berkreasi dan meningkatkan keterampilannya,” tambah Dewa Ketut.
Ia optimistis, keberhasilan ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal. Apalagi jika ditopang dengan pembinaan, dukungan teknologi, dan akses pasar yang memadai.
“Desa Kerta Buana tidak hanya fokus bertani, tapi juga membangun kemandirian ekonomi. Kami ingin berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan daerah,” tegasnya. (adv)
Editor: Robbi



