PPU – Kondisi jalan-jalan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), baik yang berada di kawasan pemukiman maupun jalan pariwisata, saat ini memang memprihatinkan. Salah satunya adalah jalan pariwisata di simpang Tunan yang menghubungkan beberapa wilayah semenanjung pantai.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) PPU, Petriandy P. Passulu pun mengungkapkan, jalan-jalan tersebut jika dilihat dari faktor usia, seperti yang menuju Kelurahan Sidorejo hingga Sesumpu, sudah waktunya untuk di-overlay secara keseluruhan.
“Cuma kan memang ya lagi-lagi kita kendalanya ada di anggaran ya. Nah target kita antara pemeliharaan jalan dan pembangunan jalan baru ini yang kadang-kadang nggak bisa beriringan gitu. Kita lebih fokus ke membangun jalan baru terkadang memelihara,” jelasnya, Selasa (4/3/2025).
Untuk mengatasi masalah ini, sejak tahun lalu, pihak PUPR PPU mencoba solusi dengan menggunakan metode swakelola recycling aspal. Mereka membeli aspal sendiri dan memanfaatkan alat-alat milik Dinas PUPR untuk mengoptimalkan perbaikan.
“Nah mudah-mudahan kayak kemarin kan saya bisa dapat sekitar itu hampir 300-an meter, 400-an meter. Nah mudah-mudahan kalau dengan begitu saya bisa cicil-cicil-cicil gitu per tahun ya agak mengurangi lah,” tambahnya.
Menurutnya, metode ini dapat menjadi solusi tanpa harus menunggu anggaran besar. Ia juga telah menargetkan beberapa jalan kabupaten lainnya seperti jalan di komplek Pemkab PPU dan jalan di depan Rumah Sakit Ratu Aji Putri Botung (RAPB) PPU.
“Makanya nanti tahun ini kalau memang bisa di rumah sakit, depan rumah sakit. Rumah sakit pun depan ini sebenarnya sudah waktunya untuk di overlay juga. Banyak jalan kita yang harus di-overlay,” terangnya.
Di sisi lain, terkait dengan masalah tumpahan semen yang mengotori beberapa jalan poros, Petriandy menegaskan hal tersebut adalah tanggung jawab Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Seharusnya, BBPJN dapat menyurati perusahaan Batching Plant yang melintas untuk membersihkan tumpahan tersebut atau memberikan sanksi jika diperlukan.
“Atau diberikan sanksi untuk misalnya mereka melakukan perbaikan atau mungkin harus di setelahnya dipecah atau gimana lah dengan cara mereka,” tegasnya.
Karena, dirinya pun memahami kondisi jalan dengan tumpahan semen tersebut mengganggu dan berbahaya.
“Itu agak bahaya juga itu kalau misalnya pas tanjakan banyak semen tumpah itu. Kan bisa tergelincir,” tutupnya.
Penulis: Nelly Agustina
Editor: Nicha R