PPU — Banjir kembali melanda RT 01 Desa Api-Api, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Selasa malam (18/2/2025). Kedalaman air yang menggenangi permukiman warga diperkirakan mencapai antara 30 sentimeter hingga 1 meter.
Menurut keterangan Aldi Ramadhani, salah seorang warga yang terdampak, hujan deras mulai turun sekitar pukul 21.00 Wita. Kemudian banjir mulai meningkat sekira pukul 22.00 Wita.
“Air mulai naik secara berangsur hingga mencapai ketinggian maksimal 1 meter, tetapi kondisi ini kini mulai berangsur surut. Tapi kondisinya saat ini masih hujan lagi,” ungkapnya.
Banjir kali ini diperkirakan hanya meluap antara 3 hingga 5 jam. Namun tetap mengganggu aktivitas warga, terutama yang ingin menjalankan ibadah di waktu istirahat.
“Hal ini cukup mengganggu, karena warga harus menunggu air surut sebelum dapat melaksanakan aktivitas lagi,” tutur Aldi.

Ketua RT 01 Desa Api-Api, Baharudin menjelaskan bahwa banjir ini menjadi masalah tahunan, terutama saat musim hujan. Bahkan, banjir ini juga kerap menyebabkan terjadinya genangan di jalan raya, membuat alur lalu lintas Kaltim-Kalsel selalu terhambat.
“Kami berharap ada normalisasi sungai untuk mengatasi masalah ini. Pendangkalan sungai diduga menjadi penyebab utama terjadinya banjir secara terus-menerus,” ujarnya.

Upaya untuk memperlebar sungai di bagian hulu dan muara sempat dilakukan oleh pihak desa sebagai bentuk pencegahan, namun tetap saja, banjir tetap terjadi.
“Meski sungai sudah dilebarkan, lebar dan kedalaman sungai mungkin masih belum memadai untuk menampung air hujan dalam jumlah besar,” tambah Baharudin.
Sebanyak 8 rumah dilaporkan terdampak banjir kali ini, dengan kerusakan yang bervariasi. Salah satu rumah yang terkena dampak adalah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), yang turut terendam.
“Kami sangat berharap ada solusi yang lebih permanen untuk mencegah banjir seperti ini terjadi lagi di masa depan,” ujarnya.
Meski kondisi air mulai surut, warga berharap ada solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terulang lagi setiap tahunnya. Pemerintah setempat diharapkan dapat segera melakukan tindakan yang lebih efektif untuk menangani masalah banjir yang terus menerus terjadi di daerah tersebut.
Pewarta: Robbi Syai’an